
Penggantian Jembatan Kewek mencatatkan progres konstruksi 73,009 persen hingga Minggu (25/10/2026). Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 53,484 persen, dengan deviasi positif 19,525 persen. Proyek infrastruktur bersejarah ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY, Ersy Perdhana, mengatakan sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan.
“Pekerjaan yang sudah selesai sampai tanggal 25 Oktober 2026 adalah fondasi bored pile jembatan, abutment jembatan, pemasangan girder, dan pekerjaan secant pile,” jelas Ersy pada Senin (26/10/2026) terkait perkembangan proyek penggantian Jembatan Kewek di Kota Jogja.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian pelat lantai jembatan serta pembuatan dinding penahan tanah (DPT) berupa pasangan batu pada talud sungai sisi barat. Ersy memastikan jadwal proyek tidak berubah dan meminta dukungan masyarakat agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target pada perayaan Natal mendatang.
Penggantian jembatan dilakukan karena kondisi struktur lama telah rusak. Namun, pengerjaan harus memperhatikan aspek pelestarian lantaran Jembatan Kewek bukan sekadar jalur penghubung, melainkan bagian dari kawasan bersejarah Kota Jogja.
Jembatan bersusun ini memiliki fungsi strategis bagi transportasi darat dan kereta api. Pada bagian bawah, jembatan menjadi jalur penghubung menuju kawasan Malioboro dan Kotabaru. Sementara itu, pada bagian atas terdapat jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Lempuyangan dengan Stasiun Tugu.
Secara historis, Jembatan Kewek berada dalam kawasan pusaka Kotabaru yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur DIY pada 2011. Nama Kewek berasal dari pelafalan warga setempat terhadap kata Belanda Kerkweg, yang berarti jalan gereja dan merujuk pada kedekatan jembatan dengan kawasan Gereja Kotabaru.
Jembatan ini juga menjadi salah satu ikon wajah perkotaan Jogja, dengan ciri khas mural dan pencahayaan artistik. Karena itu, penggantian struktur lama tidak hanya berorientasi pada pemulihan fungsi infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan nilai sejarah kawasan.
Pemerintah memastikan elemen-elemen bersejarah di area proyek tetap diamankan dan didokumentasikan dengan baik. Langkah tersebut diharapkan membuat wajah baru Jembatan Kewek tetap mempertahankan jejak sejarahnya setelah proses pembangunan selesai. (*)













