Hoaks “Kudeta” Ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Jogja, Siswa Akui Karang Cerita

0
19
SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Bayu Elnino, mengakui telah mengarang cerita terkait klaim dirinya dilengserkan dari jabatan Ketua OSIS karena mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengakuan itu disampaikan melalui video klarifikasi yang diunggah pada Senin (6/4/2026).

Dalam pernyataannya, Bayu menegaskan bahwa informasi yang sebelumnya ia sebarkan tidak benar. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah menjabat sebagai pengurus organisasi di sekolah.

“Pertama, di SMA kami tidak ada yang namanya organisasi OSIS. Kedua, saya tidak menjabat atau tidak mengikuti organisasi apa pun,” ujar Bayu.

Di lingkungan sekolah Muhammadiyah, organisasi kesiswaan memang menggunakan nomenklatur IPM, bukan OSIS.

Ketua PR IPM SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Syifa, sebelumnya juga menegaskan bahwa Bayu tidak pernah tercatat sebagai pengurus periode 2024/2025.

Selain membantah klaim pelengseran, Bayu juga menyatakan tidak pernah mendapat tekanan akibat sikap kritis terhadap program MBG. Ia justru mengaku sebagai salah satu penerima manfaat program tersebut.

“Tidak benar adanya pelengseran atau kudeta sama sekali. Tidak ada surat keputusan pemberhentian apa pun terkait diri saya,” katanya.

Atas kegaduhan yang ditimbulkan, Bayu menyampaikan permintaan maaf kepada Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional.

Sebelum video klarifikasi tersebut muncul, pihak sekolah telah lebih dulu membantah narasi yang beredar.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Muflikh Najib, menegaskan bahwa Bayu bukan Ketua OSIS maupun Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

“Jujur untuk Mas Bayu sendiri, itu bukan Ketua OSIS, bukan Ketua IPM. Mas Bayu sekarang posisinya kelas 12, sementara kepengurusan saat ini dipegang oleh kelas 11,” paparnya.

“Jadi tidak ada itu istilah dilengserkan atau dipecat, karena memang tidak menjabat,” tegasnya.

Najib juga menyebut pihak sekolah telah memanggil Bayu untuk dimintai keterangan. Dalam pertemuan itu, Bayu mengakui bahwa narasi yang ia sampaikan, termasuk yang beredar melalui akun X @regar_oposisi, tidak sesuai fakta. (*)