Gojek, Kadin, dan Pemda DIY Perkuat Digitalisasi UMKM Yogyakarta

0
285
Wakil walikota Jogja, Wawan Hermawan foto bersama dengan Head of Corporate Affairs Regional Gojek Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, Guntur Arbiansyah, perwakilan Kadin DIY serta perwakilan mitra Gofood. (zukhronnee muhammad)

Lebih dari 300 pelaku UMKM se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti diskusi dan pelatihan bertajuk “Waktunya #Berjuang untuk UMKM DIY Maju & Go Digital” yang digelar Gojek, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, serta Dinas Koperasi & UKM DIY di Taman Budaya Embung Giwangan, Selasa (21/8/2025). Inisiatif ini menandai langkah strategis memperkuat ekosistem UMKM melalui digitalisasi dan pendampingan berkelanjutan.

Head of Corporate Affairs Regional Gojek Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, Guntur Arbiansyah, menegaskan dukungan Gojek terhadap UMKM sudah menjadi DNA sejak perusahaan berdiri pada 2010.

“Kali ini adalah Waktunya #Berjuang bagi kami menghadirkan berbagai solusi teknologi untuk mendukung pertumbuhan UMKM, selaras dengan perjuangan pemerintah daerah dan Kadin dalam memperkuat kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Gojek melalui GoFood menghadirkan sejumlah fitur untuk UMKM kuliner, seperti Daftar GoFood cuma 5 menit untuk mempermudah registrasi, aplikasi GoFood Merchant untuk pengelolaan operasional dan pembayaran digital, hingga kurasi VIP Banner bagi mitra baru.

Selain itu, pelatihan rutin melalui Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) serta kolaborasi dengan Kadin dan Pemda DIY juga menjadi strategi non-teknologi dalam mendukung pelaku usaha.

Kepala Dinas Koperasi UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, menyebut digitalisasi sebagai kunci agar UMKM mampu bertahan di tengah persaingan. “Pemerintah Daerah DIY berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Gojek dan Kadin DIY,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kreatif Kadin DIY, Agus Imron, menilai pelatihan manajemen dan pemasaran digital penting untuk memperluas pasar UMKM. “Gojek menjadi mitra strategis Kadin yang harus dijaga demi kemajuan UMKM lokal,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM di kota yang 100% pengusahanya didominasi sektor kecil dan menengah. Ia menyinggung perlunya program khusus yang memberi kemudahan, misalnya potongan biaya layanan saat momentum tertentu seperti ulang tahun Kota Jogja.

“Komitmen kami jelas, permintaan di Kota Jogja sangat tinggi. Jangan sampai ada persepsi bahwa pemasaran lewat platform digital memberatkan UMKM. Justru dengan pendampingan, UMKM bisa lebih mudah memasarkan produk, memperluas pasar, hingga masuk ke ekosistem yang lebih besar,” ujarnya.

Wawan juga mencontohkan program Gandeng Gendong yang melibatkan UMKM makanan untuk mendukung kebutuhan Pemkot, serta pengembangan kampung tematik yang mengangkat kekhasan tiap wilayah. Menurutnya, pengemasan dan dukungan dari platform seperti Gojek sangat penting agar UMKM naik kelas.

Secara nasional, kontribusi ekosistem GoTo terhadap perekonomian juga signifikan. Prasasti Center for Policy Studies mencatat dampak langsung GoTo terhadap ekonomi Indonesia mencapai Rp355,33 triliun, dengan dampak tidak langsung sebesar Rp125,39 triliun.

“Gojek lahir di Indonesia, berkembang, dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Dampak positif terhadap perekonomian nasional menjadi motivasi kami untuk terus bertumbuh agar memberi manfaat yang lebih luas,” tutup Farid dari Gojek. (“)