
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menambah empat guru besar baru dalam Sidang Terbuka Senat di Amphitarium lantai 9, Gedung KH Ahmad Dahlan, Kampus IV, Sabtu (25/4/2026).
Dengan pengukuhan ini, jumlah profesor UAD mencapai 54 orang, tertinggi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) serta memimpin di antara perguruan tinggi swasta di bawah naungan LLDikti Wilayah V.
Empat akademisi yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan beragam. Prof. Dr. Ishafit, M.Si. menjadi guru besar Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT. Prof. Dr. Yudi Ari Adi, M.Si. dikukuhkan di bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi. Prof. Dr. Fatwa Tentama, M.Si. di bidang Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan. Sementara Prof. Wajiran, Ph.D. di bidang Kritik Sastra.
Rektor UAD, Muchlas, menyebut tiga dari empat profesor tersebut merupakan alumni UAD. Hal ini menunjukkan keberhasilan pembinaan sumber daya manusia internal kampus.
“Ini bukti kaderisasi berjalan. Alumni tidak hanya berkembang, tetapi kembali berkontribusi hingga mencapai jabatan akademik tertinggi,” ujarnya.
Ketua Senat UAD, Dwi Sulisworo, menegaskan gelar profesor membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta para guru besar mengimplementasikan kepakaran mereka untuk kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Muchlas menambahkan, UAD tengah mendorong sekitar 150 lektor kepala untuk segera meraih jabatan profesor. Upaya ini menjadi bagian dari program akselerasi akademik yang sejalan dengan arahan Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah dan Badan Pengurus Harian.
“Kami tidak berhenti di angka 54. Targetnya, UAD tetap menjadi rujukan perguruan tinggi swasta, khususnya di lingkungan Muhammadiyah,” katanya.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi UAD dalam peta pendidikan tinggi di DIY, di tengah persaingan ketat antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas akademik dan jenjang karier dosen. (*)















