Dua Insiden Temperan Terjadi di Jalur Kereta Yogyakarta, KAI Tanggung Seluruh Biaya

0
79
Kendaraan yang tertemper Kereta Api. (istimewa)

Dua insiden temperan kereta api terjadi di wilayah kerja Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta pada Selasa (4/11/2025). PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyayangkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta tidak beraktivitas di sekitar jalur rel.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 07.55 WIB, ketika KA 77 Lodaya relasi Solo Balapan–Bandung menemper seorang warga di kilometer 151+9 petak jalan Brambanan–Maguwo.

Korban yang merupakan warga Klaten, dilaporkan meninggal dunia di tempat. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kalasan dan ditangani oleh Polsek Prambanan.

Seluruh awak dan penumpang KA Lodaya selamat. Setelah dilakukan pengecekan rangkaian, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.02 WIB.

Beberapa jam berselang, sekitar pukul 10.35 WIB, kecelakaan serupa kembali terjadi di jalur yang sama. KA 161 Bangunkarta tertemper sepeda motor dan mobil di perlintasan sebidang antara Stasiun Brambanan–Maguwo.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas dua insiden tersebut.

“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan dan berbelasungkawa atas kejadian ini. Kami akan mendampingi dan mendukung setiap proses yang dibutuhkan,” ujarnya.

Feni menambahkan, penyebab kedua kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak berwenang. Saat ini, KAI Daop 6 fokus pada penanganan korban serta pendampingan keluarga dalam seluruh proses yang dibutuhkan.

“Untuk seluruh biaya penanganan dan prosesnya akan ditanggung oleh KAI,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar disiplin mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak beraktivitas di sekitar rel.

“Keselamatan bersama adalah tanggung jawab bersama. Kami imbau masyarakat agar hanya melintas di perlintasan resmi dan selalu berhati-hati,” pungkasnya.