
Setelah hampir dua pekan menumpuk hingga hampir menyentuh atap bangunan, sampah di Depo Argolubang, Baciro, Kota Jogja, akhirnya mulai diangkut pada Selasa (11/11/2025). Pengangkutan dilakukan menyusul keluhan warga dan desakan para penggerobak yang kesulitan membuang sampah.
Saat melakukan pantauan di lokasi tampak beberapa truk sedang antri untuk membawa tumpukan sampah tersebut.
Salah satu penggerobak, Yudi, mengatakan tumpukan sampah di depo tersebut telah berlangsung hampir dua minggu terakhir. Kondisi itu membuatnya kesulitan melayani warga karena depo tidak lagi menampung sampah.
“Kami sering dimarahi warga karena sampah tidak bisa diangkut. Padahal ini bukan salah kami,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia menyebut, penumpukan terjadi karena keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Dalam sehari, hanya satu truk yang dikirim untuk mengangkut sampah dari depo, sementara volume sampah terus meningkat.
“DLH cuma kirim satu truk per hari, padahal sampah yang datang jauh lebih banyak. Kalau tidak segera dikosongkan, depo bisa ditutup sementara karena mengganggu masyarakat,” ujarnya.
Yudi berharap Pemkot Jogja segera meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
“Sampah Kota Jogja sekitar 320 ton per hari, sedangkan kemampuan pengolahan hanya 200 ton. Selisih itu yang bikin depo penuh terus,” ungkapnya.













