BPS DIY Bantah Desil Naik karena Error, Warga Bisa Ajukan Sanggahan

0
3
Plt. Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningrum. (zukhronnee muhammad)

Status desil kesejahteraan warga yang tiba-tiba melonjak hingga masuk kategori mampu atau “super kaya” bukan disebabkan margin of error atau kesalahan statistik. BPS DIY menyebut perubahan peringkat terjadi karena metode pemeringkatan menggunakan data seluruh populasi dan bersifat relatif serta dinamis.

“Karena pendataan ini mencakup seluruh populasi dari tingkat kesejahteraan terendah hingga tertinggi lalu dibagi 10 kelompok (per 10 persen), maka secara metodologi tidak ada margin of error perhitungan statistik,” tegas Ir. Ninik Anisah M.Sc Statistisi Ahli Madya BPS DIY, saat konferensi pers di kantor BPS Yogyakarta, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, persoalan yang mungkin terjadi adalah inclusion error, yakni warga yang seharusnya tidak masuk kelompok bawah tetapi tercatat di sana, atau exclusion error, ketika warga yang berhak justru masuk desil atas.

Pemeringkatan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menggunakan metode Proxy Means Test (PMT), dengan menggabungkan 39 hingga 41 variabel. Data yang diperhitungkan tidak hanya pendapatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan, disabilitas, sanitasi, daya listrik, serta kepemilikan aset.

Data DTSEN dipadankan dari sejumlah sumber, termasuk Regsosek BPS 2022, DTKS Kemensos, P3KE Kementerian Keuangan, Pertamina, BPJS Kesehatan, dan data NIK Dukcapil.

Plt. Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningrum mengatakan, desil dapat berubah karena kondisi penduduk dan data terus bergerak. Pemutakhiran dilakukan setiap tiga bulan.

“Ketika ada warga yang memperbarui datanya secara mandiri, maka otomatis posisi peringkat warga lainnya akan bergeser,” ujarnya.

BPS meminta warga yang merasa desilnya tidak sesuai kondisi ekonomi sebenarnya mengajukan sanggahan atau memperbarui data melalui aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG, Call/WhatsApp Center, atau operator SIKS-NG di kelurahan maupun kalurahan.

Dinas Sosial DIY memastikan penerima bansos tidak otomatis dicoret hanya karena angka desil. Verifikasi lapangan tetap dilakukan, termasuk melihat kondisi rumah dan kebutuhan pengobatan penyakit kronis.

Pemda DIY juga menyiapkan skema bantuan daerah bagi warga yang berada di luar Desil 1-4 tetapi secara riil masih membutuhkan bantuan. (*)