Bentor Terus Bertambah di Malioboro, Pemda DIY Soroti Pengemudi dari Luar Daerah

0
3
Bentor sedang mengangkut penumpang melintas leluasa di ruas Jalan Malioboro. (Zukhronnee muhammad)

Upaya Pemda DIY menata transportasi tradisional di kawasan Malioboro menghadapi persoalan. Jumlah becak motor (bentor) disebut terus bertambah, sementara pemerintah tengah mendorong peralihan menuju becak listrik.

Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayati mengatakan, penelusuran identitas melalui KTP menunjukkan banyak pengemudi bentor yang beroperasi di kawasan sumbu filosofis bukan warga DIY.

“Kalau terus bertambah, ketika kemudian kita tracing KTP-nya, itu kan semua jumlah yang diberikan kepada kami juga bukan orang DIY,” ujar Ni Made di Kompleks Kepatihan, Sabtu 14/8/2026).

Menurutnya, penataan tidak bisa hanya mengejar jumlah bantuan becak listrik yang tersalurkan. Dibutuhkan komitmen bersama dan tata kelola yang jelas agar program konversi tidak justru menimbulkan persoalan baru.

Pemda DIY juga tidak dapat menyalurkan bantuan langsung kepada pengemudi. Harus ada lembaga berbadan hukum yang bertanggung jawab, termasuk memastikan kesiapan bengkel pendukung.

“Bantuan itu pun tidak bisa kepada perorangan. Kalau Pemda tidak bisa, harus ada lembaga yang mempunyai kekuatan atau berbadan hukum yang bertanggung jawab untuk menerima itu,” jelasnya.

Di sisi lain, pengemudi becak listrik menyatakan siap mengikuti regulasi tersebut. Haryanto (65), pengemudi asal Potrobayan, mengatakan penggunaan becak listrik menjadi pilihan agar tetap bisa mencari penumpang di koridor utama Malioboro.

“Kami mengikuti peraturan pemerintah karena pencarian makan kami memang di Malioboro. Kalau di luar area tersebut, kami kesulitan dapat penumpang,” ujar Haryanto, Sabtu (15/8/2026).

Namun, Haryanto mengungkapkan sejumlah kendala teknis. Pengisian baterai membutuhkan sekitar enam jam untuk jarak tempuh sekitar 50 kilometer. Risiko kehabisan daya juga masih terjadi saat melayani rute Keraton-Tamansari hingga pusat oleh-oleh.

Ia juga menyoroti suspensi. Unit generasi awal belum dilengkapi shockbreaker belakang sehingga guncangan terasa keras ketika melewati jalan berlubang.

Pengemudi berharap Pemda DIY dan produsen mengevaluasi armada generasi berikutnya agar lebih aman dan nyaman digunakan sehari-hari. (*)