ARTJOG 2026 Diterpa Polemik Sponsor, Kurator Pastikan Tak Ada Intervensi dan Seniman yang Mundur

0
2
Karya Monumen Pembangkangan Sipil di ARTJOG 2026, dibangun secara gotong royong sebagai wujud solidaritas oleh Kelas Aktivisme Seni dan pengorganisasian seni lintas generasi yang diinisiasi oleh pematung dan aktivis Dolorosa Sinaga. (zukhronnee muhammad)

Polemik terkait keterlibatan yayasan milik Didit Hediprasetyo dalam penyelenggaraan ARTJOG 2026 mewarnai pembukaan pameran seni tahunan tersebut.

Meski menuai kritik dari sebagian seniman dan pegiat budaya, penyelenggara menegaskan tidak ada intervensi terhadap proses kuratorial maupun karya yang dipamerkan.

Head Curator ARTJOG, Bambang Toko Witjaksono, mengatakan seluruh seniman tetap berpartisipasi dan tidak ada yang mengundurkan diri akibat polemik yang berkembang di media sosial.

“Seniman semuanya tetap bertahan karena prosesnya sudah sejak tahun lalu. Kerja sama ini sama sekali tidak mengintervensi karya. Bahkan ada ruang bagi Aksi Kamisan dan ruang bagi aktivis. Isinya tetap kritik, tidak ada yang berubah atau berpengaruh,” kata Bambang saat ditemui di Jogja National Museum (JNM), Jumat (19/6/2026).

Polemik muncul setelah yayasan milik Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto, tercatat sebagai salah satu pendukung ARTJOG 2026.

Sejumlah seniman dan pegiat budaya kemudian menyuarakan kritik karena menilai kedekatan dengan lingkar kekuasaan berpotensi memengaruhi independensi ruang seni.

Merespons dinamika tersebut, ARTJOG memutuskan menghapus nama Didit dari daftar sponsor dan materi publikasi resmi. Keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan yang bersangkutan.

“Kami menghormati adanya komentar ataupun postingan-postingan di media sosial. Setelah berdiskusi dengan Mas Didit, diputuskan namanya didrop dari daftar sponsor. Beliau sangat terbuka dan memahami situasinya,” ujarnya.

Bambang menegaskan dukungan terhadap ARTJOG tetap diberikan melalui yayasan seni yang selama ini aktif mendukung perkembangan seni rupa.

Menurutnya, kerja sama tersebut berbeda dengan kasus sponsor korporasi yang pernah memicu polemik pada penyelenggaraan ARTJOG di masa lalu.

Di tengah polemik yang berkembang, rangkaian pembukaan ARTJOG 2026 tetap berlangsung sesuai agenda.

Sambutan pembukaan disampaikan oleh GKR Bendara yang memang sejak awal dijadwalkan hadir dalam seremoni pembukaan. Kehadiran GKR Bendara bukan pengganti mendadak akibat polemik yang muncul, melainkan bagian dari susunan acara resmi ARTJOG. (*)