Rebranding Jadi Jogja Lab, Laboratorium Pemda DIY Perluas Akses Layanan Kesehatan

0
11
Potong tumpeng saat peluncuran nama dan logo baru Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY pada Kamis (29/10/2026). (Zukhronnee muhammad)

Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperluas akses pelayanan pemeriksaan kesehatan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Program ini memfasilitasi pemeriksaan laboratorium rutin setiap enam bulan bagi pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), khususnya penderita hipertensi dan diabetes melitus, untuk mencegah komplikasi.

Penguatan layanan tersebut dilakukan bersamaan dengan perubahan identitas layanan BLKK menjadi Jogja Lab. Melalui rebranding ini, laboratorium milik pemerintah tersebut berupaya memperkuat pengenalan di masyarakat, memperluas jangkauan pelayanan, serta menghadirkan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Kepala BLKK Dinkes DIY, Mulia Kurniawati, mengatakan nama resmi instansi sebelumnya cukup panjang sehingga kurang mudah diingat masyarakat. Kondisi itu dinilai turut memengaruhi rendahnya pemanfaatan layanan laboratorium pemerintah dibandingkan laboratorium swasta.

“Rebranding ini adalah upaya kami untuk memperkuat identitas. Nama instansi yang panjang membuat keberadaan kami belum banyak diketahui masyarakat luas. Oleh karena itu, kami menyederhanakan nama layanan menjadi Jogja Lab agar lebih mudah diingat,” ujar Mulia saat ditemui di sela peluncuran nama dan logo baru BLKK DIY pada Kamis (29/10/2026).

Proses perumusan identitas baru tersebut telah dimulai sejak awal September dengan melibatkan konsultan brand profesional. Selain nama baru, Jogja Lab juga meluncurkan logo dan tagline bertajuk “Merawat Tradisi, Melayani dengan Istimewa”.

Identitas tersebut menggabungkan pelestarian budaya dengan modernitas layanan medis. Bagian depan gedung tetap mempertahankan arsitektur bangunan cagar budaya (heritage) dan menyambut pengunjung dengan keramahan khas Jawa, termasuk sapaan “Sugeng rawuh”.

Sementara itu, di bagian belakang terdapat gedung laboratorium tiga lantai dengan teknologi canggih yang telah diresmikan Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 2023.

Selain kerja sama BPJS Prolanis, Jogja Lab bersiap meluncurkan sejumlah paket promo medical check-up (MCU) dengan tarif terjangkau pada awal November mendatang. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemeriksaan kesehatan sekaligus mengikis persepsi negatif masyarakat terhadap laboratorium milik instansi pemerintah.

Mulia memastikan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta peralatan medis yang dimiliki Jogja Lab telah siap dan mencukupi untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan publik yang terjangkau dan berkualitas, sekaligus membuktikan bahwa laboratorium pemerintah mampu tampil modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi ke-Jogja-an,” pungkasnya. (*)