Enam Mahasiswa Terluka Usai Aksi di Simpang Gramedia, UGM Siapkan Pendampingan Hukum

0
8

Aksi Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jogja, Selasa (1/9/2026) malam, berujung ricuh. Enam mahasiswa dilaporkan terluka dan sempat mendapat perawatan di RS Panti Rapih.

Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Endri Suyatna mengatakan, enam korban terdiri atas lima mahasiswa UGM dan satu mahasiswa UNY. Mereka mengalami memar dan lebam, hingga sesak napas serta trauma.

“Kalau kita lihat lukanya memang lebam, memar, kemudian juga ada yang sesak napas karena trauma dan sebagainya,” ujar Endri.

Menurut Endri, sejumlah mahasiswa mengalami luka akibat pukulan di area pelipis, tendangan, benturan siku, hingga paparan semprotan mrica. Para korban kemudian diperbolehkan pulang sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu (2/9/2026).

Endri menyebut mahasiswa telah mengikuti aksi secara tertib sejak pukul 16.30 WIB. Situasi mulai memanas sekitar pukul 19.00 WIB setelah muncul provokasi yang menurutnya berasal dari kelompok massa luar.

“Yang memprovokasi kami pastikan bukan mahasiswa,” tegasnya.

Kericuhan kembali terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Kelompok massa nonmahasiswa disebut melakukan pemukulan secara paksa terhadap peserta aksi yang hendak meninggalkan lokasi.

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni Dr. Arie Sujito mengecam kekerasan terhadap peserta aksi.

Ia meminta polisi mengusut tuntas pelaku dan memastikan perlindungan bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

“Siapapun pelaku kekerasan harus bertanggung jawab. Kita berharap kepolisian melindungi dan jangan sampai ada kekerasan berulang,” kata Arie.

UGM kini mengumpulkan bukti medis dan keterangan lapangan untuk pendampingan korban. Kampus juga berencana mendampingi mahasiswa melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polda DIY. (*)