Uji Coba Penutupan Regol Ayom di Sirip Malioboro Dikeluhkan Warga, Tak Ada Celah untuk Pejalan Kaki

0
7
Regol Ayom di sirip Malioboro. (Zukhronnee muhammad)

Pelaksanaan uji coba penutupan Regol Ayom di salah satu sirip Jalan Malioboro, memantik keluhan dari masyarakat setempat. Kebijakan penutupan portal tersebut dinilai menyulitkan pejalan kaki hingga penyandang disabilitas karena tidak menyisakan ruang melintas.

Warga Sosrowijayan, Bambang, menuturkan bahwa kondisi portal saat tertutup rapat sama sekali tidak memiliki celah di bagian samping. Ujung pangkal portal dipasang mepet hingga menyentuh tembok.

“Ini kan bisa dipanjangin, dipendekin. Dipendekin dikit dikasih ruang satu orang ajalah bisa lewat. Kasihan yang pakai kursi roda, orang tua-tua, hingga orang yang badannya besar,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, saat uji coba penutupan berlangsung kemarin, terdapat petugas yang berjaga di lokasi. Namun, petugas tersebut tidak mengantongi kunci gembok portal, sehingga portal tidak dapat dibuka saat ada warga yang berkepentingan untuk melintas.

Kondisi tersebut memaksa sejumlah pejalan kaki, termasuk warga penyandang disabilitas, terpaksa menerobos dan merangkak lewat celah sempit di bagian bawah portal yang terkunci.

Selain menyulitkan difabel dan tamu umum, penutupan rapat portal Regol Ayom ini juga mengganggu aktivitas ibadah warga sekitar. Sejumlah lansia dan ibu-ibu di kawasan Sosrowijayan yang hendak menunaikan salat di masjid kompleks DPRD DIY mengaku kewalahan.

Warga yang sudah dalam keadaan suci setelah berwudu serta mengenakan mukena terpaksa harus membungkuk dan menerobos bagian bawah portal untuk menuju masjid.

Bambang berharap pihak pengelola atau instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap desain maupun operasional penutupan portal tersebut.

Ia meminta agar diberikan setidaknya sedikit akses jalan yang memadai bagi pejalan kaki dan kelompok rentan tanpa harus menghilangkan fungsi keamanan yang diinginkan.

“Nggak usah dibesar-besarkan, yang penting diperbaiki. Dikomen orang kan biar tahu harusnya begini. Yang penting pejalan kaki tetap bisa lewat,” pungkasnya. (*)