Dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa pelajar SMP Negeri 3 Wates justru terungkap secara tidak sengaja saat UPT Puskesmas Wates menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah tersebut, Selasa (21/7/2026).
Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan puluhan siswa mengeluhkan diare, mual, muntah, nyeri perut, hingga demam setelah mengonsumsi menu MBG sehari sebelumnya.
Jumlah siswa yang bergejala terus bertambah hingga mencapai 150 orang. Sebanyak 27 siswa, terdiri atas 16 laki-laki dan 11 perempuan, akhirnya dirujuk ke UPT Puskesmas Wates.
Kepala UPT Puskesmas Wates, dr. Salamah Sri Nurhayati, mengatakan seluruh siswa yang dirujuk mengalami gangguan pencernaan dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang.
“27 pelajar ini terdiri dari 16 laki-laki dan 11 perempuan. Jumlahnya semakin lama semakin banyak sehingga diputuskan mereka dirujuk ke Puskesmas,” ujarnya.
Di puskesmas, para siswa mendapat rehidrasi dan pengobatan. Setelah kondisi membaik, seluruhnya diizinkan menjalani rawat jalan.
Pihaknya juga mengambil sampel tinja dan muntahan siswa untuk diuji di laboratorium. Seluruh siswa yang sempat dirawat kini telah dipulangkan dan dijemput orang tua masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Satgas MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan laporan kejadian telah diterima dan langsung ditindaklanjuti.
Berdasarkan laporan awal, gangguan pencernaan diduga dipicu oleh menu ayam saus BBQ yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni.
“Sementara dugaan kejadian menonjol gangguan pencernaan diduga disebabkan oleh ayam saos BBQ yang diolah oleh pihak SPPG Karangwuni. Dugaan kejadian disebabkan kurangnya pengawasan pelaksanaan SOP saat produksi,” ujar Ni Made.
Menurutnya, Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan masih melakukan investigasi epidemiologi untuk memastikan penyebab pasti kejadian sekaligus mengevaluasi penerapan SOP produksi di dapur SPPG Karangwuni. (*)











