
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat tetap bersiap menghadapi potensi sebaran abu vulkanik meski material tersebut saat ini belum mengarah atau sampai ke wilayah DIY.
Sultan mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Menurut dia, abu vulkanik memiliki material yang berbahaya dan tajam.
“Material itu kan mengandung material yang berbahaya, yang tajam. Jadi ya sekarang lebih baik pakai masker,” ujar Sultan pada Senin (7/8/2026) di Kompleks Kepatihan.
Ia menjelaskan material abu dari gunung api, seperti Krakatau yang ketinggiannya sekitar 600 meter hingga gunung api lainnya yang mencapai ketinggian 1.000 meter, memang tidak akan terlempar terlalu jauh.
Namun, lanjut Sultan, abu tersebut dapat bertahan cukup lama di udara karena kondisi cuaca yang sedang tidak hujan. Kondisi itu membuat abu bertahan di atmosfer atas, memicu suasana kabur, dan berpotensi menyebar mengikuti arah angin ke berbagai penjuru.
Karena itu, Sultan meminta masyarakat memahami prosedur perlindungan diri yang benar. Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta berhati-hati ketika membersihkan endapan abu vulkanik.
Sultan mengingatkan warga tidak ceroboh memanjat genteng ketika abu terkena air atau saat hujan turun. Abu yang bercampur air dapat membuat permukaan atap menjadi licin dan membahayakan orang yang melakukan pembersihan.
“Kalau nunggu hujan, malah jadi seperti beton tapi licin. Ya saya khawatir nanti yang enggak punya pengalaman, bersihkannya nganggo sapu terus naik di genteng, ya malah bisa kepleset. Apalagi kalau hujan, kan akan licin,” terang Sultan.
Menurut Sultan, abu vulkanik juga membutuhkan perlakuan berbeda dibandingkan debu biasa. Material yang sangat halus tersebut mudah kembali beterbangan ketika terkena angin.
“Dengan kipas angin besar ndak bisa, karena mabul. Jadi tidak bisa sekali terus bersih. Kalau pasir disapu ya hilang, tapi kalau abu enggak seperti itu,” jelasnya. (*)












