
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) kembali digelar setelah absen pada 2025 akibat kebijakan efisiensi anggaran. Puncak HUT Kota Jogja tahun ini akan berlangsung pada 7 Oktober 2026 di Kawasan Sumbu Filosofi Kota Jogja.
Konsep WJNC juga diperbarui. Rute karnaval dipindahkan dari kawasan Tugu ke koridor Jalan Malioboro, membentang dari Teteg Sepoor hingga Titik Nol Kilometer.
Pemindahan ini ditujukan untuk mengurai penumpukan massa sekaligus memberi ruang lebih luas bagi penonton menikmati pertunjukan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan Malioboro dipilih karena menjadi pusat perhatian publik dan mudah dijangkau wisatawan.
“Kita ingin agar cerita tentang wayang di Jogja Night Carnival ini bisa dinikmati oleh penonton dan pengunjung. Pengalaman waktu di Tugu kan berjubel, nah ketika kita tarik lebih panjang dari Teteg sampai Titik Nol, cerita wayang bisa lebih dinikmati,” ujar Hasto pada Senin (7/9/2026).
WJNC mengusung konsep street art dengan mengangkat cerita pewayangan sebagai ciri khas sekaligus pembeda dari karnaval serupa di Indonesia.
Peserta berasal dari 14 kemantren di Kota Jogja, mulai kelompok usia anak, remaja, hingga dewasa. Setiap kemantren menampilkan tokoh pewayangan berbeda melalui kostum, tari, properti pendukung, dan musik.
Selain karnaval utama, rangkaian acara dimeriahkan tarian pembuka, tarian penutup, serta kendaraan hias yang menjadi ikon acara.
Pemkot menargetkan 60.000 penonton, meningkat dari sekitar 40.000 penonton pada pelaksanaan sebelumnya. Rangkaian kegiatan budaya tersebut diproyeksikan berlangsung hampir sepekan, dengan promosi pariwisata daerah selama satu bulan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas disiapkan. Kendaraan berukuran besar dilarang melintas selama acara. Pada hari puncak, akses kendaraan rekayasa sementara.
Stadion Kridosono dan Menara Kopi disiapkan sebagai kantong parkir cadangan sekaligus titik temu armada shuttle.
“Posisi Malioboro ini center of interest publik, sehingga wisatawan bisa langsung menikmati gelaran busana dan seni wayang tanpa perlu berpindah lokasi,” katanya. (*)
CAPTION
Video Hasto neng Tele, tapi elek. Nek due dokumentasi WJNC ganti wae.












