Polisi Pastikan Sekeluarga Tewas saat Camping di Posong Akibat Asap Briket

0
1
Iring-iringan ambulan saat pemakaman satu keluarga yang meninggal saat camping di Posong. (istimewa)

Misteri kematian satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia saat berkemah di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Temanggung, akhirnya terungkap.

Polisi memastikan empat korban tewas akibat keracunan karbon monoksida yang berasal dari arang briket yang dibawa masuk ke dalam tenda saat mereka tidur.

Korban merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yakni Muhammad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua anak mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16).

Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana. Korban meninggal akibat menghirup karbon monoksida dari pembakaran arang briket di ruang tertutup.

“Tidak ada luka benda tumpul dan tajam. Penyebab mati lemas, pembusukan, karena keracunan karbon monoksida,” kata Zamrul saat gelar perkara di Mapolda Jawa Tengah, Senin (15/6/2026) seperti dikutip dari espos.id.

Peristiwa bermula ketika keluarga tersebut berkemah di Posong pada 26 Mei 2026. Malam harinya mereka menggelar barbeque menggunakan kompor portabel dan tungku briket.

Setelah selesai, tungku briket diduga dibawa masuk ke dalam tenda yang tertutup rapat tanpa ventilasi memadai.

Karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran arang kemudian memenuhi ruang tenda. Gas yang tidak berwarna dan tidak berbau itu membuat korban kehilangan kesadaran tanpa sempat menyelamatkan diri.

Polisi juga memastikan tidak ada indikasi keracunan makanan maupun bunuh diri. Pemeriksaan telepon seluler korban tidak menemukan pesan atau aktivitas yang mengarah pada tindakan tersebut.

“Pemeriksaan HP korban, tidak ditemukan kalimat yang berhubungan dengan mati, bunuh, racun, atau tidak ditemukan indikasi lain yang membahayakan,” ujar Zamrul.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Anwar Nasir menambahkan, pengelola wisata telah mengingatkan pengunjung agar tidak membawa tungku briket ke dalam tenda karena berisiko menyebabkan kebakaran dan sesak napas. (*)