Kemunculan Api Masih Terjadi, Titik Api ke-102 Kembali Muncul di Rumah Fia

0
4
Petugas BPBD menunjukkan bekas api membakar kusen pintu. (istimewa)

Api misterius di rumah Mutfiana (Fia) di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, belum juga berakhir. Pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 11.26 WIB, api kembali muncul secara tiba-tiba dan membakar spring bed di ruang tamu rumahnya.

Kebakaran terbaru ini menjadi insiden ke-102 sejak fenomena tersebut pertama kali terjadi pada 23 Mei 2026. Peristiwa itu bahkan disaksikan langsung oleh sejumlah awak media yang sedang berada di lokasi.

Saat kejadian, spring bed sengaja ditempatkan di ruang tamu yang lebih terbuka sesuai rekomendasi ahli. Tiba-tiba, asap terlihat mengepul dari bagian bawah spring bed sebelum api muncul dan membakar sebagian permukaannya.

Petugas yang berjaga langsung bergerak cepat memadamkan api sehingga tidak merembet ke bagian rumah lainnya.

Fia mengaku sempat mencium aroma gas beberapa saat sebelum kebakaran terjadi.

“Setelah kejadian barusan, total kemunculan api sudah mencapai 102 kali. Sesaat sebelum api muncul, saya memang sempat mencium aroma gas di sekitar ruangan,” kata Fia.

Sejak akhir Mei lalu, rumah Fia menjadi perhatian publik setelah api berkali-kali muncul. Kebakaran terjadi di berbagai titik dan membakar sejumlah barang, mulai dari pakaian, perabot rumah tangga hingga kasur.

Sebelumnya Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM menyampaikan hasil penelitian sementara terkait penyebab fenomena tersebut.

Ketua Tim PKPE FT UGM, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, Ph.D., mengatakan tim menemukan indikasi kuat adanya akumulasi gas hidrogen (H₂) dan gas fosfin (PH₃) yang berasal dari proses fermentasi limbah organik di dalam tanah sekitar rumah.

Menurut Alva, gas hidrogen terdeteksi dalam kadar cukup tinggi di sejumlah titik lokasi kebakaran. Sementara gas fosfin diduga berperan sebagai pemantik yang memicu terbakarnya hidrogen ketika keduanya keluar ke permukaan dan bersentuhan dengan oksigen. (*)