Garebeg Besar Tahun Ini Dipastikan Tanpa Gunungan untuk Publik, Keraton Pusatkan Prosesi di Dalam

0
6
Gunungan saat Garebeg Besar yang selalu dinanti warga. Pada tahun ini dipastikan tidak ada. (dok Jogjainfo)

Tahun ini, masyarakat tak akan menyaksikan gunungan keluar dari gerbang Keraton Yogyakarta. Garebeg Besar Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat digelar dengan format terbatas. Seluruh pembagian pareden hanya berlangsung di dalam Keraton dan dikhususkan bagi abdi dalem, sesuai instruksi Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Prosesi iring-iringan pareden menuju Kompleks Kepatihan dan Puro Pakualaman yang biasa dinantikan warga pun dipastikan tidak digelar tahun ini.

Pemda DIY menghormati keputusan tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menegaskan bahwa ini penyederhanaan, bukan peniadaan.

“Tidak digelarnya prosesi pembagian pareden ke luar lingkungan Keraton sama sekali tidak menghilangkan esensi utama Garebeg sebagai wujud syukur dan sedekah dari Raja,” ujar Dian, Rabu (20/5/2026).

Nilai luhur Garebeg, kata Dian, tetap terjaga melalui abdi dalem. Soal alasan di balik keputusan ini, ia menegaskan itu sepenuhnya ranah domestik Keraton.

Penyesuaian semacam ini bukan pertama kali. Format serupa pernah diterapkan ketat saat pandemi Covid-19.

Sepanjang sejarahnya, Garebeg yang berakar dari tradisi Jawa kuno Rajawedha dan diadaptasi sebagai syiar Islam oleh Wali Songo memang kerap menyesuaikan diri dengan zaman, mulai dari jenis gunungan hingga mekanisme distribusinya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk memahami langkah ini. Doa keselamatan bagi masyarakat, ditegaskan Dian, tetap terpanjatkan dengan khidmat. (*)