
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan gerakan #uadminimplastik untuk menekan timbulan sampah plastik di lingkungan kampus, Senin (27/4/2026).
Program yang digagas bersama World Wildlife Fund Indonesia ini ditargetkan mampu mempercepat pengelolaan sampah sekaligus membentuk budaya ramah lingkungan di kalangan sivitas akademika.
Rektor UAD, Muchlas, menyebut gerakan tersebut menjadi katalis dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah. Dalam empat bulan terakhir, UAD mengklaim berhasil menurunkan timbulan sampah hampir 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Target berikutnya menurunkan lagi hingga 15 persen. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar seluruh warga kampus memiliki rasa handarbeni terhadap lingkungan,” ujarnya di Kampus IV UAD.
Ia juga menginstruksikan seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk mulai menggunakan botol minum pribadi serta mendorong penyusunan regulasi internal guna memperkuat kebijakan pengurangan sampah plastik.
Menurut Muchlas, perubahan utama yang dibidik bukan hanya infrastruktur, tetapi juga perilaku. Ia bahkan membuka peluang integrasi riset robot pemilah sampah untuk mendukung edukasi pemilahan sejak dari sumber.
UAD turut mengoperasikan teknologi pengolahan sampah berbasis pirolisis untuk mengonversi limbah menjadi energi alternatif.
Perwakilan WWF Indonesia, Sekar Tyasing Wicaksono, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari program global Plastic Smart Cities yang berfokus mengurangi kebocoran sampah ke lingkungan.
“Masalah utama ada pada kebiasaan manusia. Program ini mendorong perubahan perilaku melalui pendampingan dan edukasi, termasuk replikasi praktik baik dari Jakarta dan Depok,” katanya.
Sementara itu, Ketua program dari UAD, Ahmad Ahid Mudayana, mengungkapkan hingga 2025 masih terdapat sekitar 40 persen residu sampah yang belum terkelola mandiri.
Sebagai tindak lanjut, sekitar 100 mahasiswa akan diterjunkan melalui KKN Alternatif di Kelurahan Sorosutan mulai Mei 2026 untuk melakukan edukasi pengelolaan sampah di 11 RW.
Peluncuran gerakan ditandai dengan penekanan sirine dan pembagian tumbler kepada perwakilan dekan serta mahasiswa, dengan seluruh rangkaian acara menerapkan konsep minim plastik sekali pakai. (*)














