KA Bandara PSO Angkut 5,4 Juta Penumpang di 2025, Pacu Geliat Pariwisata dan UMKM Daerah

0
53
Calon penumpang KA Bandara mengantri masuk ruang tunggu Stasiun. (Istimewa)

Layanan Kereta Api (KA) Bandara berskema Public Service Obligation (PSO) mencatat kinerja impresif sepanjang 2025. Tak hanya mengantar jutaan orang menuju bandara, moda transportasi ini ikut menggerakkan roda pariwisata dan menghidupkan UMKM di Yogyakarta dan Medan.

Data PT Railink (KAI Bandara) menunjukkan, sepanjang 2025 jumlah penumpang KA Bandara PSO mencapai 5,4 juta orang. Angka tersebut tumbuh 16,9 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 4,6 juta penumpang. Kenaikan ini menjadi sinyal menguatnya kepercayaan publik terhadap transportasi massal yang terintegrasi dan terjangkau.

Lonjakan paling signifikan terjadi di Sumatera Utara. KA Srilelawangsa PSO melayani 3,6 juta penumpang, melonjak 25,43 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 2,8 juta penumpang. Sementara di Yogyakarta, KA YIA PSO mengangkut 1,8 juta penumpang atau naik 3,08 persen dari 1,7 juta penumpang pada 2024.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menilai capaian tersebut tak sekadar soal statistik transportasi.

“Keberadaan KA Bandara PSO tidak hanya mendukung konektivitas menuju bandara, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian di wilayah sekitar layanan, termasuk sektor pariwisata, UMKM, serta jasa transportasi penunjang,” ujarnya dalam keterangan pada Rabu (11/2/2026).

Skema PSO yang disubsidi pemerintah membuat tarif tetap terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat. Dampaknya terasa langsung di sekitar stasiun dan bandara: pergerakan wisatawan meningkat, pelaku UMKM mendapat limpahan konsumen, hingga layanan transportasi lanjutan ikut terdongkrak.

Porwanto menyebut pertumbuhan 16,9 persen menjadi bukti bahwa KA Bandara PSO mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang tepat waktu, nyaman, dan ekonomis. Integrasi antarmoda yang semakin kuat juga dinilai memperkuat sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan.

Secara korporasi, PT Railink terus melakukan penataan strategi. Setelah beroperasi di Medan sejak 2013 dan di Soekarno-Hatta pada 2018, layanan diperluas ke Yogyakarta International Airport (YIA) pada April 2022. 

Pada Januari 2023, operasional KA Bandara Soekarno-Hatta dialihkan ke PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) agar KAI Bandara dapat fokus mengembangkan layanan di Medan dan Yogyakarta.

Di saat yang sama, perusahaan memperkuat lini bisnis MOSS (Maintenance, Operations, Spare Parts and Services) yang dirintis sejak 2021. Lini ini diproyeksikan menjadi tulang punggung dalam perawatan sarana dan penyediaan suku cadang kereta api secara berkelanjutan, mendukung operasional KAI Group.

Ke depan, PT Railink menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat konektivitas. Di balik deru kereta yang hilir-mudik menuju bandara, ada harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin terhubung. (*)