Status Siaga Hidrometeorologi Diperpanjang, Pengamanan Pantai Selatan DIY Diperketat

0
57
Wisatawan naik dokar di Pantai Parangtritis Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Pemda DIY memperketat pengamanan pantai selatan menyusul perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga Maret 2026 dan meningkatnya kunjungan wisatawan pada libur panjang peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyatakan status siaga darurat diperpanjang untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan Januari–Februari 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DIY Nomor 432 Tahun 2025 yang berlaku mulai 20 Desember 2025 hingga 19 Maret 2026, mencakup ancaman banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

Seiring kebijakan tersebut, Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) meningkatkan kesiapsiagaan di kawasan pantai selatan yang menjadi destinasi favorit wisatawan.

Kepala Satlinmas Satpol PP DIY, Chatarina Lusi Apriwidiyanti, mengatakan pengamanan dilakukan 24 jam dengan penambahan personel dan patroli intensif selama libur panjang.

Berdasarkan data SRI Wilayah III Pantai Parangtritis–Depok, sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2025 tercatat 25 kasus kecelakaan laut di Pantai Parangtritis.

Dari jumlah itu, 22 korban berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, satu korban masih hilang, dan satu orang mengalami luka parah.

“Parangtritis menjadi lokasi dengan kejadian paling banyak karena memiliki banyak palung dan arus balik. Namun pada prinsipnya hampir seluruh pantai selatan berisiko,” ujar Chatarina, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, kawasan pengamanan dibagi dalam tujuh wilayah. Wilayah 1 hingga 5 mencakup pantai selatan, wilayah 6 di Waduk Sermo, dan wilayah 7 di Kaliurang.

Setiap wilayah dijaga regu dengan jumlah personel berbeda sesuai tingkat kerawanan. Di wilayah 3, misalnya, terdapat sekitar 57 personel yang dibagi dalam beberapa shift.

Selain penguatan personel, Satlinmas juga meningkatkan koordinasi dengan Polairud dan Polisi Wisata. Petugas secara rutin memasang papan peringatan serta memberikan imbauan langsung kepada pengunjung.

“Kendala utama masih perilaku wisatawan yang mengabaikan peringatan, ditambah kondisi cuaca yang cepat berubah,” tutupnya.(*}