Sultan Warning Pemkot Jogja, Atasi Parkir Liar atau Saya Terjun

0
169
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (zukhronnee muhammad)

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tak main-main soal kesiapan libur Nataru kali ini. Sultan melempar peringatan keras ke Pemkot Jogja: atasi masalah parkir liar dan harga ‘nuthuk’, atau Sultan sendiri yang bakal turun tangan membereskannya.

Sikap tegas ini muncul karena Sultan tak ingin wajah pariwisata Jogja tercoreng lagi.

Meski menghormati wewenang Pemkot, Sultan menegaskan ada batasnya. Ia siap mengambil alih komando jika jajaran Pemkot Jogja sudah angkat tangan menghadapi kekacauan di lapangan.

“Kalau Kota merasa kewalahan, ya baru saya terjuni. Kita menghargai wewenang itu. Jangan terus menerobos saja,” tegas Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (11/12/2025).

Keresahan Sultan bukan tanpa sebab. Saat uji coba full pedestrian Malioboro awal Desember lalu, penyakit lama kambuh lagi.

Parkir liar menjamur di mana-mana dan sulit dikontrol. Sultan menilai, ini adalah ujian bagi Pemkot. Ia tak mau mendahului, tapi ia menuntut Pemkot proaktif mengarahkan situasi, bukan diam saja.

“Wong itu wewenang kabupaten/kota, kan gitu. Karena saya nggak mau menduluin,” ucapnya.

Tak cuma soal parkir dan harga, Sultan juga punya strategi ekstrem buat mengurai macet yang biasa ‘mengunci’ Jogja. Kendaraan dari arah timur yang tujuannya ke Jateng (Semarang atau Purworejo) dilarang keras masuk Kota Jogja maupun Ring Road.

Sultan minta polisi dan dinas terkait memecah arus sejak di Prambanan. Kalau mau ke Purworejo, langsung buang kiri lewat Piyungan. Mau ke Magelang? Lewat kanan arah Tempel.

“Jadi jangan masuk kota,” pungkas Sultan. (*)