Pemda DIY menerapkan strategi ketat menghadapi lonjakan arus wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dua imbauan krusial ditekankan yaitu pemudik diminta mengisi penuh bahan bakar (BBM) sebelum memasuki wilayah DIY, dan kendaraan yang sekadar melintas dilarang masuk ke kawasan Kota maupun Ring Road.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, mengingatkan bahwa antrean SPBU di dalam wilayah DIY berpotensi memakan waktu hingga 30 menit saat puncak liburan. Strategi isi BBM di luar kota diperlukan agar waktu liburan tidak habis di jalan.
“Pemudik yang datang ke Jogja supaya nanti waktu berwisatanya tidak antre BBM, sebelum masuk Jogja sebaiknya mengisi BBM, dipenuhi dulu supaya nanti tinggal berwisata saja,” ujar Tri pada Jumat (12/12/2025).
Di sisi lain, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya telah menyoroti kepadatan lalu lintas. Ia menginstruksikan agar kendaraan yang tujuan akhirnya bukan Yogyakarta untuk tidak memaksa masuk ke jalur kota atau Ring Road. Pemecahan arus akan dilakukan sejak pintu masuk timur di Prambanan.
“Kalau mereka memang maunya ke Purworejo, maunya ke Semarang, lewat Magelang, ya jangan masuk kota, jangan masuk Ring Road,” tegas Sultan.
Sultan menjelaskan skema pengalihan arus tersebut secara rinci. Kendaraan dari arah timur akan dipecah di Prambanan untuk menghindari penumpukan di Jalan Solo.
“Jadi dari Prambanan yang mau ke Purworejo, kendaraan ya ke kiri sudah lewat Piyungan. Ya kalau mau ke Magelang ya lewat kanan, keluar Tempel misalnya gitu. Jadi jangan masuk kota,” instruksi Sultan.
Langkah ini diambil mengingat prediksi Dishub DIY bahwa jumlah kendaraan yang masuk akan melampaui 4 juta unit.
Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan pihaknya tengah mengevaluasi tujuh ruas jalan alternatif untuk mendukung arahan Gubernur tersebut.
“Jangan sampai arus lalu lintas itu baik kendaraan pribadi atau bus masuk kota kalau hanya melintas,” kata Erni. (*)

















