Okupansi Kereta Api Tembus 263%, KAI Daop 6 Yogyakarta Catatkan Rekor

0
179
Padatnya penumpang di Stasiun Yogyakarta. (istimewa)

Kereta api Joglosemarkerto relasi 187 mencatat okupansi fantastis 263 persen selama libur panjang Peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2025, menjadi cermin membludaknya minat wisatawan terhadap transportasi rel di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Angka okupansi yang melampaui kapasitas normal ini menjadi bagian dari lonjakan dramatis volume penumpang kereta api jarak jauh yang mencapai 209.431 orang selama periode 28 Mei hingga 1 Juni 2025, atau naik 44,3 persen dibanding pekan sebelumnya yang hanya 145.049 penumpang.

“Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api serta menegaskan bahwa wilayah Daop 6 masih tetap menjadi salah satu magnet utama pariwisata di Pulau Jawa,” kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, Selasa (4/6/2025).

Dari total 209.431 penumpang tersebut, tercatat 102.066 penumpang turun dan 107.365 penumpang naik melalui layanan Kereta Api Jarak Jauh di wilayah operasi Daop 6 yang meliputi Yogyakarta, Solo, Klaten dan sekitarnya.

Stasiun Yogyakarta Dominasi Arus Penumpang

Stasiun Yogyakarta menjadi primadona dengan volume kedatangan tertinggi 48.555 penumpang dan keberangkatan 53.215 penumpang. Posisi kedua ditempati Stasiun Lempuyangan dengan kedatangan 23.303 dan keberangkatan 25.538 penumpang.

Stasiun Solo Balapan menempati urutan ketiga dengan 17.619 penumpang turun dan 15.989 penumpang naik, disusul Stasiun Klaten dengan 3.993 kedatangan dan 3.843 keberangkatan.

Pola mobilitas menunjukkan puncak arus keberangkatan terjadi pada Minggu (1/6) dengan 30.547 penumpang, sementara arus kedatangan tertinggi tercatat Kamis (30/5) sebanyak 27.942 penumpang.

Sembilan Kereta Okupansi di Atas 100 Persen

Selain Joglosemarkerto 187 yang mencatat okupansi 263 persen, delapan kereta lain juga mengalami over capacity. Joglosemarkerto 193 mencapai okupansi 253 persen, Sri Tanjung 278 sebesar 203 persen, dan Bengawan 281 mencapai 121 persen.

Kereta Progo 257 tercatat okupansi 112 persen, Senja Utama Yk 107 sebesar 109 persen, Sancaka 86 mencapai 107 persen, dan Argo Lawu 13 dengan okupansi 102 persen. Kereta Lodaya 77 tepat mencapai okupansi 100 persen.

Indikator Pertumbuhan Wisata Berbasis Konektivitas

Menurut Feni, momen libur panjang seperti ini menjadi indikator penting bagi KAI dalam membaca pola mobilitas masyarakat dan potensi pertumbuhan wisata berbasis konektivitas rel.

“Kereta api kini tidak hanya menjadi moda pilihan karena efisiensinya, tetapi juga karena semakin eratnya konektivitas antara stasiun-stasiun strategis dengan berbagai destinasi unggulan,” ungkapnya.

KAI Daop 6 mengklaim secara aktif berperan mendukung pengembangan sektor pariwisata dengan memastikan aksesibilitas andal ke berbagai destinasi, sekaligus mendorong agenda pembangunan nasional melalui dukungan terhadap poin-poin Astacita, khususnya pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas antarwilayah.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai pilihan utama. KAI Daop 6 terus berinovasi agar perjalanan tidak hanya nyaman dan aman, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman bertransportasi masyarakat,” tutup Feni.(*)