Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mlati, Sleman, disorot setelah ratusan siswa dari tiga sekolah mengalami gejala dugaan keracunan makanan. Menu rawon yang disajikan pada Selasa (12/8/2025) diduga menjadi pemicu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati, menyebut laporan pertama diterima Rabu (13/8/2025) siang.
“RSUD Sleman menerima tujuh kasus rujukan dari Puskesmas Mlati 2,” ujarnya.
Data Dinas Kesehatan mencatat, di wilayah Puskesmas Mlati 1, SMP Muhammadiyah 1 dengan 526 siswa melaporkan 58 siswa bergejala, 15 di antaranya rawat jalan, tanpa kasus rawat inap.
Di Puskesmas Mlati 2, SMP Muhammadiyah 3 mencatat 90 siswa bergejala dari 174 siswa, dan SMP Pamungkas 30 siswa dari 263 siswa.
“Total di wilayah ini terdapat 120 siswa bergejala, 80 menjalani rawat jalan, dan 7 dirujuk,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengungkapkan gejala mulai muncul sehari setelah menu MBG disajikan.
“MBG yang dimakan kemarin, terus sekarang anak-anaknya mulai merasa,” katanya.
Ia menyebut ketiga sekolah tersebut mendapat pasokan dari penyedia yang sama. “SPPG wilayah Mlati itu bermitra,” tambahnya.
Dinas Kesehatan telah menangani siswa bergejala, memberikan pengobatan, merujuk kasus berat, serta mengumpulkan data. Pemeriksaan sampel makanan, spesimen feses, dan muntahan tengah dilakukan untuk memastikan sumber keracunan. (*)














