Fenomena pergerakan tanah hebat mengancam warga Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Jambon, Sedayu, Bantul. Hujan lebat memicu rekahan tanah sepanjang 50 meter, menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, pergerakan tanah mulai terjadi pada Jumat (27/2/2026) pukul 15.00 WIB. Dampaknya, enam unit rumah dan satu fasilitas umum, Masjid Al Itihad, mengalami kerusakan.
Empat rumah di antaranya rusak berat dengan dinding pecah dan struktur cor patah. Satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kontrakan demi keamanan.
Terungkap, perumahan ini ternyata berdiri di atas tanah uruk yang tidak stabil sejak 20 tahun silam. Guyuran hujan deras dalam durasi lama memicu penurunan drastis pada lahan labil tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh menjelaskan, pihaknya telah menggandeng Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) serta Badan Geologi untuk melakukan asesmen mendalam.
“Kami akan melakukan kajian apakah permasalahan ini murni faktor alam atau ada kemungkinan konstruksi pengembang yang kurang tepat, misalnya terkait pengelolaan rembesan atau serapan air,” ujar Ruruh, Selasa (10/3/2026).
“Proses investigasi ini memerlukan waktu, mengingat titik pergerakan terpantau di beberapa lokasi berbeda,” kata dia.
Warga kini mendesak tim geologi untuk segera melakukan penelitian teknis lanjutan demi memastikan kelayakan huni kawasan tersebut.
BPBD Bantul sendiri telah mendistribusikan bantuan logistik serta terpal untuk menutup rekahan tanah. Langkah ini diambil guna mencegah air hujan memperparah pergeseran tanah. (“)














