Suhu Panas Mendera Jogja, BMKG: Kondisi Baru Normal Awal 2026

0
297
Ilustrasi siswa sekolah kepanasan sepulang sekolah. (dibuat menggunakan ai)

Cuaca panas menyelimuti wilayah Jogja dalam sepekan terakhir. Suhu udara siang hari tercatat mencapai 32 derajat Celsius sejak Selasa (22/9/2025). Kondisi tersebut membuat warga merasa gerah, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja, Warjono, menjelaskan cuaca panas ini dipicu oleh siklon tropis Ragasa yang terbentuk di utara Indonesia. Siklon tersebut membuat langit cerah tanpa awan sehingga sinar matahari lebih terik.

“Beberapa hari terakhir akan cerah artinya panas terus, karena adanya siklon tropis Ragasa. Setelah siklon punah, potensi hujan deras akan kembali meningkat,” ujar Warjono saat dikonfirmasi pada Senin (29/9/2025).

BMKG memperkirakan awal musim hujan di DIY baru terjadi pada dasarian ketiga Oktober 2025. Sementara Kabupaten Kulon Progo diprakirakan diguyur hujan lebih cepat pada awal Oktober. Namun, kondisi cuaca baru akan normal sepenuhnya pada awal 2026.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyebut puncak musim penghujan di DIY terjadi pada Januari–Februari 2026. Ia menekankan, periode penghujan tahun ini bersifat lebih basah dibanding biasanya.

“Musim penghujan 2025/2026 akan cenderung di atas normal. Beberapa hari panas, tapi ketika hujan turun, intensitasnya bisa lebih tinggi,” kata Dwikorita.

Menurutnya, potensi hujan ekstrem dipicu pemanasan suhu permukaan laut di selatan Jawa yang memicu penguapan besar.

“BMKG terus berkoordinasi dengan pemerintah dan BPBD untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul,” imbuhnya.

Deputi Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menambahkan suhu panas tidak hanya terjadi di DIY, tetapi juga di sejumlah daerah lain. Suhu tertinggi tercatat di Makassar pada 27 September 2025 yang mencapai 37 derajat Celsius. (*)