
SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada (CBH) Yogyakarta menggelar pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di pendopo sekolah, Kamis (18/9). Lebih dari 400 peserta, terdiri dari siswa kelas X hingga XII, guru, tamu undangan, dan warga sekitar, mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat dengan lantunan shalawat dan tausiah.
Perayaan Maulid Nabi ini menjadi agenda rutin tahunan sekolah sejak lima tahun terakhir. Tahun ini, pihak sekolah menghadirkan sejumlah tokoh agama dan habaib, di antaranya Alhabib Umar Zaky Bin Abu Bakar Assegaf, Gus Taufik, Habib Muhammad Habibi bin Fauzi Alatas, serta Gus Mustain.
“Harapan kami jelas, supaya anak-anak tetap menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dan idola. Jangan sampai tergeser oleh arus zaman yang sering kali menghadirkan figur-figur lain. Dengan kegiatan ini, mental dan spiritual siswa juga diperkuat,” ujar Wakil Kepala Humas SMK CBH, Nurhayani S.Pd. pada Kamis (18/9/2025).
Ia menegaskan, penguatan karakter melalui pendidikan religius sangat penting bagi siswa, terlebih di tengah maraknya dinamika sosial yang kerap menyeret pelajar.
Nurhayani menyebut, selain peringatan Maulid Nabi, sekolah secara rutin menanamkan nilai-nilai religius lewat berbagai program seperti tadarus, literasi, Jumat Berkah, Jumat Sehat, dan Jumat Bersih.
“Minimal dari dalam lingkungan sekolah, kami ingin membiasakan anak-anak dengan kegiatan positif. Lewat shalawat dan pengajian, mereka terbiasa mendekat kepada nilai-nilai Islam,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antara sekolah dengan masyarakat sekitar. Tidak hanya siswa, warga yang hadir diajak untuk merefleksikan kembali ajaran Rasulullah tentang kedamaian dan kebaikan.
Nurhayani menilai, pengajian Maulid Nabi juga bisa menjadi bentuk pembelajaran sosial bagi siswa.
“Kita sadar, di luar sekolah ada dinamika yang sulit dikontrol, termasuk ajakan-ajakan negatif. Maka kami berusaha membekali siswa dari dalam, agar mereka punya pegangan kuat,” ujarnya.
Bagi siswa beragama lain, sekolah menyediakan kegiatan religi lain sesuai dengan kepercayaan siswa. “Ada guru beragama lain yang kami siapkan, jadi mereka juga melakukan kegiatan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing,” imbuhnya.
Selain tausiah dari para habib dan kiai, acara diisi dengan lantunan shalawat serta kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dikemas dalam syair-syair indah. Suasana menjadi syahdu ketika seluruh peserta larut dalam doa bersama.(*)
















