Saling Tantang via WhatsApp, Enam Remaja Magelang Diamankan saat Hendak Perang Sarung di Sleman

0
31
Beberapa unit kendaraan yang diamankan oleh petugas. (istimewa)

Aksi nekat enam remaja asal Ngluwar, Magelang, yang diduga hendak melakukan perang sarung di wilayah Kapanewon Minggir, Sleman, berhasil digagalkan polisi pada Sabtu (21/2/2026) dini hari. Ironisnya, aksi ini bermula hanya dari tantangan melalui pesan singkat WhatsApp.

Kejadian berlokasi di Padukuhan Denokan, Kalurahan Sendangsari, tepatnya di sebelah selatan TPST Minggir. Polsek Minggir bergerak cepat ke lokasi sekitar pukul 00.45 WIB setelah menerima laporan warga yang curiga dengan keberadaan sekelompok remaja di jam rawan tersebut.

Di lokasi, petugas mengamankan enam pelajar berinisial HRP (14), MDA (15), HAR (15), AA (15), AS (16), dan AFP (16). Selain para remaja, polisi menyita tiga motor yang mereka gunakan, yakni dua unit Honda Beat (merah dan hitam) serta satu unit Yamaha Mio 125 hitam.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Salamun, mengungkapkan bahwa rencana ini dipicu komunikasi antara HRP dengan seorang remaja asal Minggir berinisial MAH. .

Keduanya sepakat bertemu di selatan TPST Minggir sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, pihak lawan memilih batal dan pulang, sementara rombongan HRP tetap bertahan di lokasi hingga memancing perhatian warga.

“Kecurigaan warga memuncak pukul 00.25 WIB. Karena informasi cepat menyebar lewat grup WhatsApp dan live media sosial, massa mulai berdatangan ke lokasi,” ujar Iptu Salamun.

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri oleh massa yang mulai ramai, personel Polsek Minggir segera mengevakuasi keenam remaja tersebut ke Mapolsek untuk didata.

“Kami langsung amankan ke kantor demi keselamatan mereka dan kondusivitas wilayah. Orang tua masing-masing akan kami panggil untuk pembinaan dan pembuatan surat pernyataan agar kejadian ini tidak terulang,” tambahnya. (*)