Ribuan Ton Sampah Masih Tertahan di Depo, DLH Sebut Akan normal Sebelum Libur Nataru

0
110
Tumpukan sampah di depo Tamansari, Kota Jogja. (Zukhronnee muhammad)

Krisis sampah di Kota Yogyakarta kian mengkhawatirkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lebih dari 1.060 ton sampah dilaporkan menumpuk di depo-depo sementara akibat keterbatasan kuota pembuangan ke TPA Piyungan.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, membenarkan kondisi darurat tersebut.

“Sampah yang tertahan di depo-depo per hari ini ada sekitar 1.060 ton,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/11/2025).

Menurut Haryoko, lambatnya pengosongan depo dipicu dua faktor: pengolahan yang terganggu cuaca dan pembatasan pembuangan ke TPA.

“Kita hanya diberi kuota 200 ton. Jadi tidak bisa maksimal. Belum semua sampah dapat terangkut,” jelasnya.

Situasi tersebut menjadi alarm serius karena volume sampah diperkirakan meningkat jelang arus wisata Nataru. DLH Kota Yogyakarta kini berpacu dengan waktu agar depo kembali berfungsi normal.

“Secara bertahap tetap akan diangkut ke TPA Piyungan. Diupayakan sebelum libur Nataru depo kembali normal,” kata Haryoko.

Terpisah, Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, menegaskan penumpukan di depo merupakan bagian dari kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

“Manajemen pengangkutan dari sumber ke depo itu ranah Kota Yogyakarta. Provinsi itu kewenangannya di TPA regional,” ujarnya.

Meski begitu, Kusno mengakui pembatasan kuota di TPA Piyungan memang masih diberlakukan untuk wilayah Kartamantul. Ia meminta daerah mengoptimalkan pengolahan desentralisasi agar residu yang masuk TPA sesuai kapasitas.

“Kami minta daerah mengoptimalkan pengolahan desentralisasi dulu, residunya baru ke Piyungan sesuai kuota,” tutupnya. (*)