
Bagi sebagian besar orang, naik kereta adalah hal yang biasa. Namun, bagi anak-anak dari SLB Negeri 1 Bantul, pagi itu adalah sebuah petualangan yang menyenangkan sekaligus menjadi pesan bahwa ruang publik juga terbuka untuk mereka.
Pagi itu, stasiun kereta bandara Yogyakarta International Airport (YIA) tampak sedikit lebih ramai dari biasanya. Di antara para penumpang yang bergegas dengan koper dan tas punggung, terlihat rombongan kecil anak-anak sekolah dasar yang berjalan beriringan.
Beberapa di antara mereka menggenggam erat tangan gurunya dengan penuh semangat. Mereka adalah siswa-siswi kelas 1 hingga 3 dari SLB Negeri 1 Bantul, dan hari itu adalah momen istimewa bagi banyak dari mereka, karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat kereta dari dekat.
Kegiatan ini adalah bagian dari program Edutrain yang diselenggarakan oleh KAI Bandara, yaitu sebuah inisiatif edukatif yang dengan hangat mengajak pelajar dari berbagai sekolah untuk mengenal transportasi publik secara langsung. Namun, kali ini, ada sesuatu yang istimewa.
“Program yang biasanya menyasar sekolah-sekolah reguler kini hadir untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ujar Ayep Hanapi, Manager Komunikasi Perusahaan KAI Bandara, dalam keterangannya pada Kamis (23/4/2026).
Ayep menegaskan bahwa inklusivitas bukan sekadar kata-kata dalam laporan tahunan, tetapi sebuah komitmen nyata yang dijunjung tinggi.
Satu per satu, para siswa diajak untuk mengenal fasilitas stasiun, mulai dari loket tiket, pintu masuk, hingga peron tempat kereta berhenti. Petugas KAI Bandara dengan sabar mendampingi setiap langkah, sementara para guru memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal atau merasa kebingungan.
Rangkaian kegiatan ini dikemas secara interaktif dan penuh warna, disesuaikan agar setiap anak dengan segala kemampuan dan cara belajarnya masing-masing dapat merasakan dan memahami dengan baik.
“Kami ingin menegaskan dengan penuh semangat bahwa KAI Bandara terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk adik-adik dari SLB yang kami cintai,” lanjutnya.
Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan mudah diakses, sehingga setiap pelanggan dapat merasakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan memuaskan hingga sampai di tujuan.
Antusiasme terhadap program Edutrain di Yogyakarta ternyata jauh melampaui ekspektasi, la. Sejak Januari 2026, program ini telah menyentuh lebih dari 33 ribu peserta. Angka yang terus bertambah seiring sekolah-sekolah daerah berlomba-lomba mendaftarkan muridnya.
Angka itu bukan hanya sekadar ukuran keberhasilan sebuah program, ya. Ia adalah cerminan dari rasa ingin tahu generasi muda terhadap kota mereka dan terhadap cara bergerak yang lebih bersama.
Bagi KAI Bandara, angka tersebut menjadi pengingat bahwa ada tanggung jawab yang lebih besar dari sekadar mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain.
“Namun menumbuhkan kecintaan pada transportasi publik sejak dini, termasuk bagi mereka yang seringkali luput dari perhatian,” tandasnya. (*)













