Pemerintah Kota Jogja melarang bus pariwisata melintas di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja mulai Sabtu (14/3/2026). Langkah ini dibarengi menutup akses parkir bus di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati. Kebijakan ini diambil untuk menata kawasan pusat kota, termasuk aspek kebersihan dan kerapian pedagang.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan kebijakan tersebut bukan sekadar pengalihan arus lalu lintas, tetapi bagian dari penataan kawasan.
“Sabtu besok bus tidak boleh masuk Senopati. Kami ingin menata pedagang agar lebih rapi dan mengelola sampah yang selama ini tidak tertangani dengan baik karena kepadatan penumpang bus,” ujarnya di Balai Kota Jogja, Kamis (12/3/2026).
Meski bus pariwisata dilarang parkir di Senopati, kendaraan roda empat pribadi masih diperbolehkan menggunakan lokasi tersebut.
Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengemudi bus wisata. Agus (55), sopir bus Sika Trans asal Klaten, menilai jarak parkir yang semakin jauh dari kawasan Malioboro berpotensi menambah biaya perjalanan wisatawan.
“Kalau lokasi parkirnya jauh, kasihan penumpang. Mereka harus keluar ongkos lagi untuk shuttle atau angkutan tambahan. Harapan kami akses parkir dipermudah, jangan malah dipersulit,” ujarnya.
Sebagai pengganti, Pemkot mengarahkan bus pariwisata parkir di TKP Ngabean dan TKP eks Menara Kopi. Rekayasa lalu lintas juga disiapkan. Bus dari arah barat melalui Jalan Wates diarahkan langsung ke Ngabean, sedangkan dari arah timur akan dipecah di Simpang Gondomanan: ke selatan menuju Ngabean atau ke utara menuju Menara Kopi.
Kasatlantas Polresta Jogja, Alvian Hidayat, menyebut pengalihan ini diharapkan mengurangi kepadatan kendaraan besar di pusat kota.
“Titik nol akan lebih ringan karena kendaraan besar dialihkan ke jalur pinggir,” katanya.
Menjelang libur Lebaran, pengaturan lalu lintas akan diperketat. Pemkot Jogja merencanakan pembatasan akses menuju kawasan Malioboro dengan satu pintu masuk utama melalui Jalan Mataram guna mencegah kemacetan di pusat kota.

















