Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sekitar eks TPA Piyungan, Bantul, memasuki tahap persiapan. Proyek yang memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun ini kini mulai masuk tahap pematangan lahan.
Pemda DIY menargetkan pematangan lahan rampung pada pertengahan Desember 2026.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan, lahan seluas 5,7 hektare untuk PSEL dibagi menjadi tiga zona. Saat ini, pekerjaan difokuskan di zona 2 oleh Pemkot Yogyakarta melalui Dinas PUPKP.
“Di lokasi PSEL yang luasnya 5,7 hektare itu kita bagi menjadi tiga zona, yaitu zona 1, 2, dan 3. Saat ini pengerjaan pematangan lahan difokuskan pada zona 2 oleh pengerjaan di lapangan dari teman-teman Dinas PUPKP Kota Yogyakarta. Targetnya selesai pertengahan Desember nanti,” ujar Kusno saat dihubungi (5/10/2026).
Setelah pematangan lahan selesai, pembangunan fisik pabrik ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada akhir 2026 atau awal 2027. Konstruksi diperkirakan berlangsung 18-24 bulan dan PSEL ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.
Proyek ini lanjut Kusno, merupakan tindak lanjut kerja sama Pemda DIY dan Danantara yang ditandatangani pada 11 Agustus 2026. Namun, proses perizinan masih berjalan. Data pendukung tengah dikumpulkan dan berkas pengajuan izin resmi belum diserahkan.
” DLHK DIY juga meningkatkan pengawasan kawasan eks TPA Piyungan untuk mengantisipasi kebakaran saat musim kemarau,” lanjutnya.
Sementara itu, Pemkot Jogja telah melakukan sosialisasi pematangan lahan kepada sekitar 50-60 orang yang terdiri dari unsur kapanewon/kecamatan, aparat keamanan, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Sosialisasi berlangsung tanpa penolakan. Pemkot Yogyakarta berencana kembali melakukan sosialisasi menjelang pembangunan fisik PSEL dimulai. (*)














