Marak Kasus Penipuan WO, JIWA Terapkan “Filter Berlapis” di Wedding Bazaar 2026

0
117
Konferensi pers Jogjakarta International Wedding Association (JIWA) di Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Maraknya kasus penipuan oleh oknum Wedding Organizer (WO) dan vendor pernikahan yang meresahkan masyarakat belakangan ini, mendorong Jogjakarta International Wedding Association (JIWA) untuk memperketat seleksi peserta dalam gelaran JIWA Wedding Bazaar 2026.

Pameran yang akan berlangsung pada 6–8 Februari 2026 di Atrium Plaza Ambarrukmo ini menerapkan sistem kurasi ketat demi menjamin keamanan calon pengantin.

Ketua JIWA sekaligus Ketua Penyelenggara, Ahwie, menegaskan bahwa asosiasi menerapkan “filter berlapis” bagi 55 vendor yang berpartisipasi. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada vendor “nakal” atau fiktif yang masuk ke dalam ekosistem pameran.

“Untuk masuk ke JIWA dan pameran ini, syaratnya sangat ketat. Pertama, vendor wajib sudah beroperasi minimal lima tahun. Kedua, kami memantau keaktifan rekam jejak digital dan portofolio mereka,” ujar Ahwie dalam konferensi pers di Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Ahwie menambahkan, filter ketiga merupakan yang paling krusial dan sulit ditembus oleh vendor yang tidak kredibel.

“Setiap vendor baru harus mendapatkan rekomendasi tertulis dari tiga pengurus dan dua anggota utama JIWA. Tanpa tanda tangan mereka di formulir pengajuan, vendor tersebut tidak bisa bergabung,” tegasnya.

Pameran ini dirancang sebagai “ruang aman” bagi calon pengantin untuk bertemu langsung dengan vendor profesional, mulai dari dekorasi, busana, hingga dokumentasi.

Dia menyebut, kehadiran JIWA Wedding Bazaar adalah jawaban atas ketakutan masyarakat terhadap risiko gagal nikah akibat ulah vendor yang tidak bertanggung jawab.

Selain jaminan keamanan pihaknya juga menawarkan efisiensi dan keuntungan ekonomis. Pengunjung berkesempatan mendapatkan penawaran harga spesial yang hanya berlaku selama bazar, serta Grand Prize berupa sepeda motor, iPad, dan voucher menginap di hotel bintang lima.

Melalui acara ini, JIWA menargetkan pertumbuhan ekonomi kreatif di DIY serta memantapkan posisi Yogyakarta sebagai destinasi pernikahan unggulan yang aman dan terpercaya bagi calon pengantin dari dalam maupun luar daerah. (*)