Lima Hektare Lahan di Imogiri Terbakar, Relawan Sebut Kebakaran Berulang Dipicu Ulah Warga

0
4
Api berkobar di lahan Putat Imogiri. (istimewa)

Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan perbukitan Putat, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Minggu (26/7/2026). Sekitar lima hektare lahan hangus terbakar.

Relawan menilai kebakaran yang hampir selalu berulang setiap musim kemarau ini dipicu kebiasaan membakar semak dan sisa vegetasi, ditambah minimnya upaya pemadaman saat api mulai muncul.

Seorang relawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, titik api sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (25/7/2026). Namun hingga keesokan harinya tidak ada warga yang berinisiatif memadamkan api.

“Api sudah terlihat sejak Sabtu. Kami sengaja menunggu apakah ada warga yang bergerak memadamkan, ternyata tidak ada. Tidak satu pun berinisiatif memadamkan api,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, sebagian warga masih menganggap kebakaran lahan akan ditangani petugas pemadam kebakaran sehingga memilih melapor tanpa berupaya memadamkan api sejak dini.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Kristianto Kurniawan, mengatakan laporan diterima pukul 18.12 WIB. Armada dari Sektor Pundong diberangkatkan tiga menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 18.18 WIB.

Proses pemadaman melibatkan Damkar Bantul, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Polsek Imogiri, Koramil Imogiri, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Selopamioro, perangkat Padukuhan Putat, serta warga. Medan perbukitan yang curam dengan titik api tersebar membuat pemadaman berlangsung cukup sulit.

Selain memadamkan api, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan pada musim kemarau. BPBD Bantul memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam kejadian tersebut.

Relawan berharap masyarakat menghentikan kebiasaan membakar semak dan daun kering. Pasalnya, api di lahan yang mengering sangat mudah membesar saat tertiup angin, mengancam permukiman, merusak lingkungan, dan memaksa petugas berulang kali menangani kebakaran yang sebenarnya dapat dicegah. (*)