Konvoi Rombongan Pesilat Picu Dua Insiden Kekerasan di Bantul, Satu Pemuda Luka Robek di Dahi

0
137
Ilustrasi keributan sekelompok pemotor dengan warga. (ai image generator)

Dua insiden kekerasan terjadi hampir bersamaan di wilayah Bantul, Sabtu (12/7/2025) dini hari, dipicu aksi konvoi rombongan pemotor yang diduga berasal dari kelompok pesilat. Di Sedayu, seorang pemuda mengalami luka robek di dahi akibat lemparan batu, sementara di Tamantirto, Kasihan, bentrok antara warga dan rombongan terjadi hingga menyebabkan beberapa korban luka.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menjelaskan, insiden pertama menimpa Dias (26), warga Kalakan, Argorejo, Sedayu. Ia menjadi korban penganiayaan saat menyaksikan konvoi 15 motor yang melintas di Jalan Wates KM 12,5 sekitar pukul 04.00 WIB.

“Korban berdiri di pinggir jalan, lalu tiba-tiba dilempar batu oleh salah satu peserta konvoi hingga dahi robek lima sentimeter dan mengeluarkan darah,” ujar Jeffry, Minggu (13/7/2025).

Para peserta konvoi disebut mengenakan pakaian serba hitam, bersabuk silat putih, dan membawa bendera putih dengan logo tidak jelas. Dias sempat mengejar rombongan, namun gagal. Ia lalu mendapatkan perawatan di RSUD Gamping dan melapor ke Polsek Sedayu.

Tak berselang lama, keributan juga terjadi di Brajan, Tamantirto. Warga yang terganggu suara knalpot bleyer dan kembang api dari rombongan pesilat sempat membalas dengan aksi serupa. Situasi memanas ketika enam motor dari rombongan berbalik arah dan dihadang warga.

“Ada bentrok, empat orang pesilat sempat dikeroyok. Satu mengalami luka jari tengah kiri diduga patah dan luka sayat 20 sentimeter di paha kiri,” terang Jeffry.

Polisi yang sedang patroli berhasil melerai dan mengamankan dua warga Tamantirto berinisial MF dan AP. Kedua kasus kini dalam penyelidikan Polsek Sedayu dan Polsek Kasihan. (*)