Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Jogja diwarnai kericuhan. Aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berujung saling dorong dengan aparat kepolisian dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Simpang Gondomanan, Senin (17/8/2026) siang.
Kericuhan terjadi ketika massa hendak bergerak menuju Titik Nol Kilometer Jogja yang disebut sebagai titik aksi. Namun, laju mereka dihadang barikade aparat.
Polisi menyebut kawasan Nol Km tengah digunakan untuk kegiatan karnaval kemerdekaan. Klaim itu dibantah orator aksi yang mengaku telah mengecek lokasi.
“Titik aksi kami di Nol Km Jogja, tetapi polisi menyampaikan ada kegiatan karnaval di sana. Saat anggota kami cek ke lokasi, tidak ada kegiatan tersebut,” ujar seorang orator.
Di bawah terik matahari, massa tetap bertahan dan beberapa kali berupaya menerobos barikade. Dalam aksi tersebut, mereka meneriakkan seruan “Free West Papua” serta menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial-politik nasional yang dinilai masih menyisakan ketimpangan.
Massa juga menyatakan aksi penyampaian pendapat telah disiapkan dan diberitahukan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur.
“Kolonialisme sekarang mengerucut sah dalam peraturan-peraturan. Kemiskinan dibiarkan, konsentrasi kekayaan berpusat pada segelintir orang,” tegas orator. (*)














