Demi Malioboro, Parkir Senopati segera Disterilkan dan Bus Dialihkan ke Giwangan

0
210

Pemda DIY mengambil langkah radikal untuk merealisasikan target kawasan Malioboro full pedestrian pada 2026. Kantong parkir strategis di pusat kota, yakni Taman Parkir Senopati akan disterilkan dari bus pariwisata.

Sebagai gantinya, seluruh armada bus akan dialihkan ke Terminal Giwangan mulai musim Lebaran 2026.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan kebijakan ini adalah bagian dari penataan kawasan inti kota yang terintegrasi dengan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Taman Senopati itu tidak untuk bus. Ke depan parkir bus di sana tidak memungkinkan lagi,” tegas Made, Kamis (29/1/2026).

Lahan eks TKP ABA dan Senopati diproyeksikan menjadi hutan kota dan RTH.

Untuk menampung ribuan bus yang biasa memadati pusat kota, Pemda menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare di Terminal Giwangan.

Uji coba penggunaan Giwangan sebagai kantong parkir utama direncanakan berjalan saat Lebaran tahun ini, sembari menunggu infrastruktur pendukung siap sepenuhnya.

Namun, rencana pemindahan ini menuai resistensi dari pelaku pariwisata di lapangan. Agus (55), sopir bus pariwisata asal Klaten, menilai kebijakan ini akan memukul kenyamanan wisatawan.

Masalah utamanya bukan hanya jarak Giwangan-Malioboro yang jauh, tetapi juga munculnya biaya tambahan (cost) untuk moda transportasi lanjutan.

“Kendalanya nanti penumpang komplain. Kalau di terminal (Giwangan) pasti lebih susah lagi, ada biaya shuttle lagi. Kalau parkir sekarang (Senopati) jalan gak terlalu jauh wisatawan masih maklum, tapi kalau dari Giwangan itu hitungannya terlalu jauh,” ungkapnya.

“Wong yang parkir menara kopi aja, wisatawan sambat jauh kalau jalan ke Malioboro,” tandasnya. (*)