Cuaca Ekstrem Kepung Jogja Saat Libur Nataru, Bantul Terdampak Paling Parah

0
50
Petugas dan relawan melakukan pembersihan pohon tumbang di Bantul. (dok polres bantul)

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Jogja sepanjang Jumat (26/12) memicu rentetan bencana hidrometeorologi di berbagai titik.

Di tengah padatnya arus wisatawan libur Natal dan Tahun Baru, Kabupaten Bantul tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah dengan puluhan insiden kerusakan.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD DIY, situasi kedaruratan meningkat signifikan pada Jumat malam. Di Bantul saja, tercatat 61 titik kejadian, didominasi oleh 54 kasus pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik, rumah, dan menutup akses jalan di Kapanewon Sanden, Kretek, dan Imogiri.

Selain itu, longsor terdeteksi di 7 titik, termasuk kawasan wisata Dlingo.

Dampak cuaca ekstrem juga meluas ke Gunungkidul, di mana luapan Kali Oyo menggenangi jalan permukiman dan banjir merendam SMK N 1 Tanjungsari. Sementara di Kulon Progo, tanah longsor dilaporkan menjebol dinding rumah warga di Kokap.

Sementara aktivitas Gunung Merapi masih berstatus Level III (Siaga). Teramati satu kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah Kali Bebeng di tengah guyuran hujan di puncak.

Menyikapi eskalasi ini, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menegaskan bahwa DIY secara umum telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.

Ia meminta masyarakat dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi angin kencang dan banjir lahar dingin.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun siaga penuh. Hindari berteduh di bawah pohon rimbun saat hujan lebat dan perhatikan saluran air di lingkungan masing-masing. Tim kami terus melakukan assessment dan penanganan di lapangan untuk memastikan keamanan warga,” tegas Agustinus, Sabtu (27/12/2025).

BMKG memprediksi hujan sedang yang dapat disertai kilat dan angin kencang masih berpotensi terjadi hari ini, khususnya di Sleman bagian Utara, Kulon Progo Utara, dan Bantul Selatan. (*)