Berkedok Kantor Elit 24 Jam, Sindikat Scam Internasional di Gito Gati Digulung Polresta Jogja

0
77
Ruko yang diduga digunakan sebagai markas sindikan scam di jalan Gito-gati Sleman, Yogyakarta. (istimewa)

Di balik deru lalu lintas Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, sebuah ruko dua lantai yang tampak sibuk layaknya perkantoran profesional ternyata menyimpan rahasia kelam.

Aktivitas yang terlihat “normal” dengan puluhan anak muda berpakaian formal tersebut berakhir setelah digerebek jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta, Senin (5/1/2026).

Ruko yang beroperasi 24 jam tersebut diduga kuat menjadi markas operasional sindikat scamming (penipuan) jaringan internasional.

Warga sekitar benar-benar terkecoh. Salah seorang saksi mata yang bekerja tak jauh dari lokasi dan tak ingin disebutkan namanya menuturkan bahwa ruko tersebut selalu ramai. Tidak ada gelagat mencurigakan seperti markas kriminal pada umumnya yang tertutup rapat.

“Kalau yang saya lihat setiap hari ramai, buka 24 jam. Orang datang sampai parkiran penuh, keluar masuk,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

Para penghuni ruko, yang didominasi anak muda, menampilkan citra pekerja kantoran yang meyakinkan. Mereka mengenakan pakaian formal bebas, bahkan sering terlihat keluar makan siang di warung soto seberang jalan atau berinteraksi wajar saat jam istirahat.

Informasi yang beredar di kalangan warga, mereka bekerja sebagai Admin dan Customer Service (CS).

Ilusi kantor elit itu runtuh pada Senin malam. Video amatir yang beredar menunjukkan truk angkut personel milik Polresta Yogyakarta meninggalkan lokasi, membawa puluhan orang dari dalam ruko.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengonfirmasi penggerebekan tersebut.

“Benar, Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap dugaan tindak pidana scam jaringan internasional yang berada di Jalan Gito Gati,” tegasnya singkat.

Hingga Selasa (6/1/2026), penyidik masih bekerja keras memilah peran puluhan orang yang diamankan. Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Herjunadi, menyebut pemeriksaan dilakukan secara maraton dan bergantian.

“Ada puluhan yang diperiksa. Selain itu ada barang bukti yang disita, alat-alat operasional,” jelas Gandung.

Polisi kini tengah mendalami struktur jaringan ini untuk membongkar aktor intelektual di balik operasi yang mampu menyewa ruko dan mempekerjakan puluhan orang di wilayah pinggiran Sleman tersebut. (*)