Aksi Massa di Mapolda DIY: Gerbang Roboh, Jalanan Lumpuh, hingga Salat Gaib di Atas Aspal

0
8
Massa aksi melakukan Salat Gaib di atas aspal Ringroad Utara. (istimewa)

Mapolda DIY mendadak mencekam pada Selasa (24/2/2026) malam. Kemarahan warga dan mahasiswa meledak, dipicu kabar tewasnya seorang remaja 14 tahun di Maluku yang diduga akibat penganiayaan oknum aparat.

Ketegangan dimulai tepat saat waktu berbuka puasa, sekitar pukul 18.00 WIB. Massa yang datang bergelombang langsung merangsek ke pintu masuk.

Suasana sempat tak terkendali saat pintu barat Mapolda DIY roboh setelah didesak massa. Tak hanya itu, pagar sisi timur juga mengalami kerusakan akibat aksi anarkis dan vandalisme.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas di Ring Road Utara, terutama jalur dari arah timur menuju barat, sempat lumpuh total.

Polisi terpaksa mengalihkan kendaraan untuk berputar balik di U-turn depan Polda karena massa memblokade jalan menggunakan water barrier.

Di tengah panasnya situasi, pemandangan kontras terlihat di lajur lambat. Dengan hanya beralaskan empat lembar tikar di atas aspal, massa menggelar Salat Gaib.

Mereka tampak khusyuk mendoakan korban di Maluku di bawah temaram lampu jalanan dan kepungan kawat berduri.

“Ini bentuk doa kami. Kami ingin aparat yang melakukan kekerasan sadar bahwa perbuatannya salah,” cetus salah satu peserta aksi di lokasi.

Aksi ini terbilang unik karena berjalan tanpa konsep teknis. Salah satu peserta menyebut unjuk rasa ini bersifat “cair” tanpa panggung orasi atau draf tuntutan tertulis.

“Kami bergerak spontan karena marah melihat bocah tak bersalah meninggal dihantam helm,” tegasnya.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyesalkan tindakan anarkis yang merusak fasilitas markas, meski pihaknya tetap mengedepankan langkah pengamanan kondusif.

Menjelang tengah malam, massa perlahan membubarkan diri. Blokade jalan mulai dibuka kembali, meninggalkan jejak kawat berduri dan sisa doa yang sempat menggema di jalanan Ring Road. (*)