Cetak Rekor Baru, LPDB Koperasi Kejar Penyaluran Dana Bergulir Lampaui Rp2,1 Triliun

0
6
Krisdianto Soedarmono, Direktur Utama LPDB Koperasi saat membuka Media Gathering LPDB Koperasi bertajuk “Merawat Sinergi, Memperkuat Koperasi” di Yogyakarta. (Zukhronnee muhammad)

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi) mencatat realisasi penyaluran dana bergulir telah menembus angka Rp1,8 triliun hingga Oktober 2026. LPDB Koperasi pun optimistis mampu melampaui target penyaluran sebesar Rp2,1 triliun pada akhir tahun, yang sekaligus menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah lembaga tersebut.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto Soedarmono, menegaskan bahwa penembusan angka di atas Rp2 triliun merupakan komitmen besar lembaga dalam memperkuat pembiayaan koperasi di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi nasional.

“Tahun ini kita ditargetkan Rp2,1 triliun. Insyaallah minimal tercapai, bahkan kami meminta jajaran direksi untuk bisa melampauinya. Jika berhasil menembus di atas Rp2,1 triliun, ini adalah kali pertama LPDB Koperasi menembus angka pembiayaan di atas Rp2 triliun,” ujar Krisdianto dalam pembukaan Media Gathering LPDB Koperasi bertajuk “Merawat Sinergi, Memperkuat Koperasi” di Yogyakarta, Senin (12/10/2026).

Krisdianto memaparkan, akumulasi penyaluran dana bergulir LPDB Koperasi sejak 2008 hingga Oktober 2026 telah mencapai Rp22,9 triliun yang tersebar di 36 provinsi dengan total 3.929 mitra koperasi.

Guna mempercepat proses serta menjaga keakuratan dan akuntabilitas pembiayaan, LPDB Koperasi tengah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam sistem credit scoring digital yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.

“Inovasi teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses persetujuan pembiayaan, meminimalkan faktor subjektivitas manusia, namun tetap menjaga kehati-hatian (prudent) dan fleksibilitas pelayanan kepada mitra koperasi,” jelasnya.

Selain penyaluran pembiayaan reguler pada sektor riil dan simpan pinjam, LPDB Koperasi juga memperluas mandat strategis melalui pembiayaan ekosistem Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Skema tersebut tidak hanya menyasar koperasi primer, tetapi juga memperkuat jaringan sekunder seperti distribution center (Koperasi Hub) hingga mitra offtaker hasil produksi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha LPDB Koperasi, Afif Thosin Roy Akhmad, menekankan krusialnya peran insan pers dalam mentransformasikan informasi kinerja dan program pemerintah secara tepat kepada masyarakat.

Berdasarkan pemantauan LPDB Koperasi sepanjang 10 bulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 2.934 pemberitaan media mengenai LPDB dan sektor koperasi. Dari jumlah tersebut, 2.042 berita bersentimen positif dan 881 berita bersentimen netral.

“Sinergi bersama media massa bukan sekadar saluran penyampaian berita, melainkan instrumen penting untuk memantik minat baca dan literasi publik terhadap perkembangan koperasi. Pemberitaan positif dan konstruktif sangat membantu koperasi di daerah agar lebih percaya diri untuk mengakses fasilitas dana bergulir,” ungkap Afif.

Rangkaian kegiatan Media Gathering LPDB Koperasi 2026 dilanjutkan dengan kunjungan lapangan (field trip) media ke salah satu pemanfaat pembiayaan LPDB Koperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni KDMP Tamanmartani di Sleman, guna melihat langsung dampak penyaluran dana bergulir terhadap unit usaha simpan pinjam, pertokoan sembako, hingga layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. (*)