Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2027 pada Senin (12/10/2026). Dalam pembukaan tersebut, UAD menekankan pentingnya memilih program studi sesuai minat calon mahasiswa, kebutuhan dunia kerja, serta kualitas pendidikan yang ditawarkan perguruan tinggi.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengatakan, calon mahasiswa dan orang tua perlu mempertimbangkan prospek profesi di masa depan, minat pribadi, serta kompetensi yang dapat diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.
Menurut Muchlas, pilihan program studi tidak semestinya hanya mengikuti keinginan orang tua, tetapi juga harus mempertimbangkan potensi dan cita-cita anak. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan calon mahasiswa menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan pendidikan.
“Sinergi antara harapan orang tua dengan keinginan anak,” katanya dalam kegiatan Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru UAD 2027 pada Senin (12/10/2026) di Amphitarium Kampus IV UAD.
Muchlas mencontohkan, orang tua mungkin menginginkan anaknya menjadi dokter, sementara anak memiliki minat di bidang ekonomi atau ingin menjadi kreator konten. Perbedaan keinginan tersebut perlu dibicarakan agar pilihan pendidikan sesuai dengan minat dan potensi calon mahasiswa.
Selain prospek pekerjaan, calon mahasiswa juga perlu mempertimbangkan kemampuan perguruan tinggi dalam membekali lulusan dengan kompetensi yang relevan, keterampilan teknis, soft skills, dan karakter yang baik.
Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UAD turut menekankan pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Muchlas juga menyampaikan rencana pemberian apresiasi kepada calon mahasiswa yang mendaftar sekaligus melakukan registrasi paling awal. Program tersebut disiapkan bagi pendaftar di tingkat fakultas maupun universitas.
Sementara itu, Kepala Biro Akademik dan Admisi (BAA) UAD, Prof. Dr. apt. Wahyu Widyaningsih, M.Si., mengatakan, pendaftaran PMB 2027 dibuka untuk jenjang sarjana, sarjana terapan, magister, doktor, dan profesi.
“Pada 12 Oktober 2026, pendaftaran mahasiswa baru UAD 2027 resmi dibuka untuk program sarjana, sarjana terapan, magister, doktor, dan profesi. Sistem pelayanan PMB UAD juga telah siap melayani seluruh proses penerimaan dengan kapasitas dan kualitas yang ditingkatkan agar mudah diakses calon mahasiswa melalui website PMB UAD,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menambahkan, UAD memiliki tiga nilai dasar dalam menjalankan visi dan misinya, yakni inovatif, profesional, dan dedikatif.
Ia menyebutkan, sebanyak 72 persen program studi UAD telah terakreditasi Unggul. Menurut Gatot, capaian tersebut didukung kualitas dosen serta lingkungan kampus inklusif yang mendorong mahasiswa meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., mengingatkan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi harus terus dilakukan. Capaian yang telah diraih tidak boleh membuat institusi berpuas diri karena kualitas pendidikan dapat menurun apabila tidak terus dijaga.
“Keunggulan itu atau mutu itu tidak pernah selesai,” ujarnya.
Irwan juga menegaskan bahwa nama besar Ahmad Dahlan yang disandang universitas membawa tanggung jawab untuk melahirkan generasi muda dengan karakter rasional, teguh pendirian, peka terhadap persoalan masyarakat, dan visioner.
Ia mencontohkan sikap rasional K.H. Ahmad Dahlan melalui pemanfaatan ilmu falak dalam mendukung pelaksanaan dakwah. Irwan juga mengajak kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) memberikan informasi yang berimbang mengenai UAD serta menyampaikan masukan terkait pengembangan program studi yang dibutuhkan calon mahasiswa.
Rangkaian kegiatan pembukaan PMB UAD 2027 dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada 15 sekolah mitra yang siswanya paling banyak mendaftar ke UAD pada 2026. Acara kemudian ditandai dengan pelaksanaan kick off oleh Ketua BPH, rektor, wakil rektor, dan Kepala BAA UAD.
Melalui pembukaan PMB 2027, UAD berharap dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjaring calon mahasiswa yang mampu berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. (*)














