
PT Railink mencatat sebanyak 4.765.574 penumpang menggunakan layanan Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (KA Bandara YIA) selama perusahaan tersebut mengelola layanan sejak April 2022 hingga 16 September 2026.
Direktur Utama PT Railink Porwanto Handry Nugroho mengatakan capaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan KAI Bandara dalam melayani mobilitas masyarakat menuju maupun dari Yogyakarta International Airport (YIA).
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan menuju maupun dari Yogyakarta International Airport kepada KA Bandara YIA,” ujar Porwanto dalam keterangan di Yogyakarta, Selasa (22/9/2026), setelah pengelolaan layanan KA Bandara YIA resmi beralih kepada PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) sejak 17 September 2026.
“Capaian lebih dari 4,7 juta penumpang ini merupakan bagian penting dari perjalanan KAI Bandara dalam memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” lanjutnya.
Selama dikelola Railink, jumlah penumpang KA Bandara YIA menunjukkan peningkatan. Pada 2022, sejak mulai beroperasi pada April, tercatat 446.498 penumpang. Jumlah tersebut naik menjadi 1.096.249 penumpang pada 2023 dan 1.184.534 penumpang pada 2024.
Pada 2025, jumlah penumpang mencapai 1.237.317 orang. Sementara hingga 16 September 2026, tercatat 800.976 penumpang.
Selama periode pengelolaan tersebut, Railink menyediakan dua pilihan layanan. KA Bandara YIA Reguler melayani perjalanan dengan pemberhentian di Stasiun Wates, sedangkan KA Bandara YIA Xpress melayani perjalanan langsung antara Stasiun Yogyakarta dan YIA.
“Bagi kami, setiap perjalanan pelanggan memiliki arti penting. Lebih dari sekadar angka, 4,7 juta penumpang merupakan cerminan kepercayaan masyarakat yang menjadi motivasi bagi seluruh insan KAI Bandara untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” kata Porwanto.
Setelah peralihan pengelolaan, layanan kereta bandara tetap menghubungkan Stasiun Yogyakarta, Stasiun Wates, dan Stasiun Yogyakarta International Airport. Pada masa transisi, tarif, jadwal, rute, serta sarana kereta disebut tetap sama sehingga pelanggan dapat menggunakan layanan sebagaimana sebelumnya.
KAI Commuter sendiri mengonfirmasi bahwa sejak 17 September 2026 pengelolaan KA Bandara YIA beralih dari KAI Bandara. Layanan tersebut kemudian resmi menggunakan nama Commuter Line Bandara YIA.
Porwanto berharap peralihan pengelolaan tersebut tidak mengubah manfaat layanan kereta bandara bagi masyarakat.
“Dengan beralihnya pengelolaan kepada KAI Commuter, kami berharap layanan kereta bandara di Yogyakarta dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung konektivitas menuju Yogyakarta International Airport. Kami percaya semangat pelayanan dan komitmen untuk menghadirkan transportasi publik yang berkualitas akan terus berlanjut,” ujarnya.
PT Railink juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, pemerintah, regulator, pengelola bandara, mitra kerja, komunitas, media, serta seluruh insan KAI Group yang telah mendukung perjalanan KA Bandara YIA selama berada di bawah pengelolaan KAI Bandara. (*)













