P2K UAD 2026 Dorong Dahlan Muda Melahirkan Gagasan Konkret

0
8
Ribuan mahasiswa baru mengikuti pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026. Kegiatan tahun ini mengusung tema "Prakarsa" dan diikuti lebih dari3.300 mahasiswa baru. (Zukhronnee muhammad)

Sebanyak 378 artikel karya mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil dihimpun dan dibukukan dalam antologi Gagasan Keilmuan Menuju Transformasi Berkemajuan. Karya tersebut menjadi salah satu hasil nyata Program Pengenalan Kampus (P2K) UAD 2026 yang mengusung tema “Prakarsa”.

Ketua P2K UAD 2026, Fajar Hana, mengatakan sebanyak 60 artikel terbaik telah dipilih untuk diterbitkan, dengan enam karya di antaranya mendapat apresiasi khusus.

“Sebanyak 60 artikel terbaik telah terpilih untuk diterbitkan, dan enam karya terbaik di antaranya mendapatkan apresiasi khusus. Ini membuktikan potensi luar biasa mahasiswa baru 2026 dalam menyongsong Indonesia Emas,” ujar Fajar Hana.

P2K UAD 2026 resmi dibuka diikuti lebih dari 3.300 mahasiswa baru dari total pendaftar yang hampir mencapai 5.000 peserta, Senin (15/9/2026).

Fajar mengatakan, P2K tahun ini diarahkan untuk mendorong mahasiswa baru atau Dahlan Muda agar mampu memprakarsai gagasan konkret di tengah berbagai tantangan bangsa. Penguatan literasi dilakukan melalui kegiatan membaca, menulis, dan berpikir kritis.

Selain literasi, P2K 2026 juga diisi aksi kepedulian sosial. Para peserta berhasil menggalang dana kemanusiaan sementara sebesar Rp20.556.900 yang akan dialokasikan untuk pemulihan bencana alam di Aceh dan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seluruh peserta P2K juga mengenakan syal batik khas Nusantara sebagai simbol bahwa Dahlan Muda siap memberikan dampak positif dari daerah untuk Indonesia.

Unggulkan Kedokteran Kebencanaan

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., mengatakan P2K merupakan padanan dari program Pembekalan Kesadaran Bela Negara dan Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) kementerian.

Selama satu minggu, mahasiswa baru akan diperkenalkan dengan dinamika kampus, 11 fakultas, 60 program studi, serta 122 organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di UAD.

Gatot mengatakan salah satu daya tarik UAD terletak pada kekhususan kurikulum akademik. Salah satunya Fakultas Kedokteran UAD yang memiliki fokus pembelajaran kedokteran kebencanaan atau disaster medicine.

“Fakultas Kedokteran kita punya fokus pembelajaran dokter kebencanaan. Sehingga lulusan dari Universitas Ahmad Dahlan khususnya di Fakultas Kedokteran itu punya kompetensi lebih, yakni penanganan kebencanaan,” jelas Gatot.

Menurut dia, minat masyarakat terhadap program studi kedokteran UAD cukup tinggi. Namun, jumlah mahasiswa yang diterima tetap dibatasi sesuai regulasi kementerian dan konsorsium.

Selain keunggulan program studi, UAD juga semakin diminati mahasiswa internasional dari sejumlah negara, antara lain China, Korea, dan Thailand, khususnya wilayah Pattani.

“Mahasiswa dari Pattani, Thailand, lebih suka masuk UAD karena UAD memberikan pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai kampus Muhammadiyah. Ini menjadi satu daya tarik untuk mereka. Sementara untuk mahasiswa China, kita memang punya kerja sama resmi (institutional partnership) dengan beberapa kampus di sana,” terang Gatot.

Mahasiswa asing tersebut tersebar di sejumlah program studi, antara lain Teknik Kimia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) yang mencakup Sastra Indonesia dan Sastra Inggris, serta program studi Ekonomi dan Manajemen.

Tiga Modal Lulusan UAD

Gatot mengatakan UAD juga menargetkan setiap lulusan memiliki tiga modal utama atau three capitals. Ketiganya adalah Intellectual Capital atau modal intelektual, Social Capital atau modal sosial yang dibangun melalui keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan untuk membentuk leadership, serta Moral Capital atau modal moral.

“Kampus ini adalah kawah candradimuka untuk adik-adik mahasiswa baru. Mumpung berada di kampus, silakan dieksplorasi kemampuannya melalui kegiatan-kegiatan yang positif,” tambahnya.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyambut kehadiran ribuan mahasiswa baru yang tersebar di 11 fakultas UAD. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan masa orientasi untuk melatih pembelajaran mandiri, kepemimpinan, dan soft skill.

“Selamat datang di kampus Dahlan Muda. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan namun tetap menjaga kesehatan, sehingga siap mengikuti proses perkuliahan serta aktif dalam organisasi kemahasiswaan sesuai minat masing-masing,” tutur Muchlas.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Ir. Azman Latif, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai keislaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Di Universitas Ahmad Dahlan, pendidikan karakter dan akhlak mulia adalah hal yang utama. Tidak ada toleransi untuk pelanggaran etika maupun moral. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya, nikmati dinamika belajar di Yogyakarta, dan ikuti prosesnya dengan baik,” pungkas Azman Latif. (*)