Sempat Viral, Perjalanan Dua Gajah dari Jogja ke Kaltim Masuk Tahap Akhir

0
3
Gajah Deo dna Sinta. (Istimewa)

Perjalanan dua gajah Sumatera, Deo (30) dan Sinta (40), dari Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta menuju Tabang Zoo, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memasuki tahap akhir.

Kabar keselamatan keduanya menjadi perhatian publik setelah perjalanan lintas pulau itu sempat viral di media sosial. Video truk pengangkut Deo dan Sinta saat melintas di jalan perkotaan sebelumnya memicu kekhawatiran warganet soal kondisi armada, potensi stres, hingga keselamatan gajah selama perjalanan.

Deo dan Sinta diberangkatkan dari Yogyakarta pada 14 Agustus 2026. Berdasarkan pantauan pada Selasa (18/8/2026), rombongan pengangkut telah mendekati lokasi tujuan dalam kondisi aman.

Manajer Marketing GL Zoo, Yosi Hermawan, menegaskan translokasi tersebut bukan pemindahan biasa. Prosesnya merupakan bagian dari pengelolaan populasi satwa yang telah direncanakan dan mengantongi izin Kementerian Kehutanan.

“Translokasi ini dilakukan secara terencana, hati-hati, dan bertanggung jawab dengan keselamatan serta kesejahteraan Deo dan Sinta sebagai prioritas utama,” kata Yosi.

Deo dan Sinta merupakan gajah hasil evakuasi BKSDA dari Linggoasri, Pekalongan, yang dititiprawatkan di GL Zoo sejak September 2024. Keduanya dipindahkan secara permanen karena GL Zoo memiliki keterbatasan daya tampung.

Perjalanan menuju Kaltim melewati jalur darat dan laut. Dari Yogyakarta, rombongan menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan, kemudian menyeberang ke Pelabuhan Bahaur, Kalimantan Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Kutai Kartanegara.

Sebanyak 17 personel gabungan mengawal perjalanan tersebut. Mereka terdiri atas Polisi Kehutanan, dokter hewan BKSDA, mahout atau pawang, serta pakar gajah dari Lampung.

Selama perjalanan, kondisi Deo dan Sinta dipantau melalui pemeriksaan kesehatan, pengecekan pakan dan air, pembersihan armada, serta waktu istirahat di sejumlah titik untuk meminimalkan stres.

Setibanya di Tabang Zoo, keduanya akan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan dan masa adaptasi sebelum menempati lingkungan barunya. (*)