Siswa SMK di Sleman Jadi Komandan Kelompok 17 Paskibraka Nasional

0
3
Tangkapan layar video saat Ahmad Raditya menjadi Komandan Kelompok 17 pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (istimewa)

Ahmad Raditya, siswa kelas XI Airframe Powerplant SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, mencatat prestasi bersejarah. Mewakili DIY, ia dipercaya menjadi Komandan Kelompok 17 Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat” pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Penunjukan tersebut menjadi catatan penting bagi sekolah. Raditya menjadi siswa pertama SMK Penerbangan AAG Adisutjipto yang menembus Paskibraka tingkat nasional dan mendapat posisi strategis dalam formasi upacara di Istana Merdeka.

Prestasi itu tidak datang tiba-tiba. Raditya merupakan atlet pencak silat yang telah mengantongi sejumlah prestasi, di antaranya Juara I Pencak Silat Pelajar Sleman 2025, Juara I Pencak Silat GPS Yogyakarta tingkat nasional 2025, Juara II Remaja Putra Kelas F Piala Raja #3 se-Jawa-Bali 2025, serta Juara II POPDA DIY 2026.

Waka Kesiswaan SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, Muhamad Nuril Anam, mengatakan pengalaman di dunia olahraga ikut membentuk kedisiplinan dan ketahanan fisik Raditya.

“Raditya memiliki motivasi tinggi dan prestasinya banyak di bidang olahraga. Lolosnya Raditya tentu menjadi kebanggaan besar bagi sekolah dan DIY, akhirnya kami pecah telur di tingkat nasional,” ujar Nuril kepada wartawan pada Selasa (11/8/2026) lalu.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan pembebasan biaya SPP selama satu tahun kepada Raditya. Dukungan tersebut diberikan bersama Yayasan Ardhya Garini yang menaungi sekolah.

Dalam tugasnya, Raditya bergabung dengan putra-putri terpilih dari berbagai daerah. Formasi tersebut antara lain Celina Olivia Apriani Theo dari Kalimantan Barat sebagai pembawa Bendera Merah Putih, Achmad Fachri Mubarok dari Jambi sebagai Komandan Kelompok 8, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Kalimantan Selatan sebagai pengerek bendera, dan M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Bengkulu sebagai pembentang bendera.

Sekolah berharap pengalaman Raditya selama mengikuti pemusatan latihan Paskibraka nasional dapat ditularkan kepada anggota Peleton Inti (Tonti), sehingga menjadi bekal untuk mencetak generasi penerus. (*)