Inacraft Festival 2026 Bidik Transaksi Rp8 Miliar, ASEPHI Optimistis Kerajinan Lokal Makin Dilirik Pasar

0
2
INACRAFT Festival 2026 di JEC. (istimewa)

YOGYAKARTA – Di tengah tantangan ekonomi global dan ketatnya persaingan produk kerajinan, penyelenggara INACRAFT Festival 2026 memasang target ambisius. Selama lima hari pelaksanaan di Jogja Expo Center (JEC), 15–19 Juli 2026, ajang tersebut membidik nilai transaksi mencapai Rp8 miliar dengan target kunjungan sebanyak 25 ribu orang.

Target tersebut menjadi penanda bahwa festival perdana yang digagas Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama PT FERACO tidak hanya berorientasi pada pameran produk, tetapi juga diarahkan menjadi mesin penggerak bisnis industri kerajinan nasional.

Ketua Umum ASEPHI, Muchsin Ridjan, mengatakan INACRAFT Festival merupakan komitmen organisasi untuk memperkuat daya saing industri kerajinan Indonesia melalui penyelenggaraan yang lebih kolaboratif dan inklusif.

“Tahun ini kami menghadirkan penyelenggaraan yang lebih kolaboratif, lebih inklusif, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, pengrajin, desainer, komunitas kreatif, hingga buyer dari berbagai negara,” ujarnya.

Menurut Muchsin, festival tersebut bukan sekadar tempat memamerkan produk, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pelaku usaha dengan calon pembeli, distributor, investor, pemerintah, hingga akademisi untuk menciptakan peluang bisnis baru.

“INACRAFT Festival adalah bukti nyata bahwa kerajinan Indonesia memiliki tempat yang kuat di pasar nasional maupun internasional. Kami berharap media dapat membantu menyampaikan semangat ini kepada masyarakat luas,” katanya.

Sekretaris Jenderal ASEPHI M. Azis Bachtiar menambahkan, penyelenggaraan perdana INACRAFT Festival dirancang untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan secara menyeluruh.

Menurutnya, festival menjadi wadah yang mempertemukan pengrajin, UMKM, desainer, buyer, pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, hingga mitra industri dalam satu platform kolaboratif.

“Kami berharap festival ini mampu memperluas akses pasar, membuka peluang kolaborasi baru, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Project Officer INACRAFT Festival ASEPHI Emirita LN Pratiwi menjelaskan, penyelenggaraan perdana festival mengusung tiga program utama, yakni Festival Program, Business Program, dan Education Program.

Business Program menjadi salah satu program unggulan karena dirancang khusus untuk mendorong lahirnya transaksi dan kerja sama bisnis melalui kegiatan Business Networking & Craft Connect. Melalui program tersebut, pelaku usaha akan dipertemukan langsung dengan buyer, distributor, hingga calon investor.

“Eksosistem bisnis yang kami bangun diharapkan mampu menciptakan transaksi yang berkelanjutan serta memperluas jaringan pasar produk kerajinan Indonesia,” kata Emirita.

Selain menjadi ajang bisnis, pengunjung juga dapat menikmati Pameran Kerajinan Nusantara dan Internasional, fashion show, Festival Kuliner Nusantara bertajuk Pasar Kangen, community performance, craft tour, royal talks, podcast studio, hingga berbagai lokakarya dan forum kreatif.

Penyelenggara berharap perpaduan antara pameran, bisnis, dan edukasi mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus meningkatkan nilai transaksi selama festival berlangsung.

Dalam penyelenggaraannya, INACRAFT Festival 2026 juga mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai mitra strategis yang menyediakan layanan transaksi digital dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Dengan target transaksi Rp8 miliar, INACRAFT Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri kerajinan Indonesia, memperluas pasar bagi produk lokal, serta membuka peluang ekspor melalui pertemuan langsung antara pengrajin dan buyer dari berbagai daerah maupun mancanegara. (*)