KAI Bandara Perluas Bisnis MOSS, Garap 50 Proyek dan Bidik Kemandirian Industri Kereta Api

0
3
Implementasi PT Railink sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). (Istimewa)

PT Railink (KAI Bandara) memperluas lini bisnis ke sektor Maintenance, Operations, Spare Parts, and Services (MOSS) sejak 2021 sebagai strategi diversifikasi usaha di luar angkutan penumpang.

Hingga akhir 2025, unit ini telah menyelesaikan 50 proyek di industri perkeretaapian nasional, sekaligus memperkuat upaya kemandirian sektor kereta api dalam negeri.

Ekspansi tersebut mencakup pekerjaan overhead crane, pengadaan suku cadang sarana, penggantian kain kursi KRL, hingga pemasangan mesin press roda.

Perusahaan juga menggandeng lebih dari 20 mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mendukung pengembangan bisnis tersebut.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan pengembangan MOSS merupakan langkah strategis untuk menjawab peluang di sektor pendukung operasional perkeretaapian.

“Kami ingin menghadirkan solusi end-to-end yang andal, efisien, dan berstandar tinggi. Pengembangan bisnis MOSS bukan sekadar ekspansi, tapi upaya kami untuk hadir sebagai penyedia solusi perkeretaapian terintegrasi,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Dalam implementasinya, perusahaan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni standar keselamatan tinggi dalam perawatan sarana, efisiensi rantai pasok melalui penyediaan suku cadang berkualitas, serta peningkatan performa layanan untuk menunjang operasional.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Penguatan kapabilitas lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal sekaligus meningkatkan daya saing industri kereta api nasional.

Ke depan, KAI Bandara membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem perkeretaapian yang terintegrasi dan berkelanjutan. (*)