Petugas Larang Sound Horeg Memasuki Wilayah Kota Jogja saat Malam Takbiran

0
38
Keseruan pawai Takbir keliling di Kota Jogja pada IdulFitri tahun lalu. (dok Jogjainfo)

Pemkot Jogja bersama aparat kepolisian mengambil langkah tegas untuk menjaga kondusivitas malam takbiran Idulfitri.

Kelompok takbir keliling dari luar wilayah yang membawa sound horeg (sistem suara berkekuatan besar) dilarang masuk ke wilayah Kota Yogyakarta dan akan dipaksa putar balik.

Aparat akan melakukan penyekatan di titik-titik perbatasan. Jika ditemukan rombongan sound horeg yang mencoba merangsek masuk, petugas tidak segan untuk menghalau mereka kembali ke wilayah asal.

“Untuk sound horeg terkait takbir keliling, kita akan halau untuk putar balik ke wilayah masing-masing. Pukul 24.00 WIB, kelompok takbir dari luar kota tidak boleh masuk,” tegas Kompol Sumanto, Kabagops Polresta Jogja saat koordinasi kesiapan Lebaran pada Selasa (17/3/2025) di Balaikota Jogja.

“Yang sudah terlanjur masuk akan kita keluarkan semuanya agar situasi tetap kondusif,” lanjutnya.

Selain pengamanan malam takbiran, kepadatan kendaraan diprediksi akan memuncak pada 28-29 Maret. Hal ini dipicu oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) di Jakarta yang membuat arus pemudik masuk ke Jogja lebih optimal.

Sejumlah titik rawan macet yang menjadi perhatian utama meliputi kawasan Tugu, Malioboro, Keraton, Jalan Kauman, Pasar Ngasem, hingga destinasi wisata Gembira Loka pada masa H+ Lebaran.

Di sisi kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Jogja telah memetakan data ibu hamil yang memasuki Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada rentang 18-24 Maret.

Koordinasi dilakukan hingga tingkat bidan kampung untuk memastikan akses cepat ke rumah sakit atau Puskesmas rawat inap yang buka 24 jam seperti Puskesmas Jetis dan Tegalrejo.

Langkah komprehensif ini diambil guna memastikan Yogyakarta tetap aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan selama libur panjang Lebaran. (*)